joglo

Suporter Ingatkan Jokowi Soal Proses Hukum Tragedi Kanjuruhan di Laga Timnas vs Kamboja

Suara Joglo Suara.Com
Sabtu, 24 Desember 2022 | 11:05 WIB
Suporter Ingatkan Jokowi Soal Proses Hukum Tragedi Kanjuruhan di Laga Timnas vs Kamboja
Suporter Timnas Indonesia bentang spandung Kanjuruhan (Tangkapan layar Twitter)

Suara Joglo - Ada pemandangan tak biasa dalam laga Piala AFF 2022 antara Timnas Indonesia vs Kamboja di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) semalam, Jumat (23/12/2022).

Dalam laga yang dihadiri Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) itu para suporter Timnas Indonesia membentangkan spandung panjang bertuliskan "Mereka Bukan Meninggal Tapi Dibunuh". 

Spanduk itu dibentang memanjang oleh suporter. Lewat spanduk itu para siporter ingin mengingatkan presiden kalau 135 korban Tragedi Kanjuruhan Malang tewas dibunuh, bukan meninggal.

Dalam laga Piala AFF 2022 itu, Timnas Indonesia menang atas Kamboja dengan sekor 2-1. Laga ini digelar di tengah proses hukum Tragedi Kanjuruhan yang memang belum dituntaskan.

Video-video suporter membentangkan spanduk itu beredar luas di media sosial, salah satunya Twitter. Kata Kanjuruhan pun menjadi trending topik dan telah dicuitkan ribuan kali.

Salah satu akun yang mengunggahnya adalah @jerryarvino. Ia memberi caption unggahan fotonya begini: “Mereka Bukan Meninggal Tapi Dibunuh” Indonesia sementara unggul 2-1, sementara itu.. korban Kanjuruhan sudah lebih dari 135+ jiwa. Terus suarakan, kawan! "

Sebelumnya, Aremania sempat kecewa dengan penanganan kasus ini, terutama ketika Dirut Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita dibebaskan dari tahanan Polda Jatim.

Hadian Lukita dibebaskan polisi lantaran berkasnya dinyatakan belum lengkap oleh Kejaksaan. Di sisi lain, masa penahanannya telah berakhir. Sementara lima tersangka lain masih tetap menjalani proses hukum selanjutnya sebab berkasnya dinyatakan komplet. 

Ambon Fanda, seorang Aremania, mengatakan sejak awal merasa janggal dengan keputusan itu. Ia mempertanyakan keseriusan polisi menangani kasus tragedi yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan Aremania tersebut.

Baca Juga: Fakta-fakta Kode Halus Jokowi Reshuffle Kabinet: Siapa yang Bakal Kena?

"Kami kecewa, kami menolak P21 itu karena tidak sesuai keinginan Aremania. Kan di situ tidak ada pasal pembunuhan dan pembunuhan berencana seperti yang dituntut Aremania," kata salah satu Aremania, Ambon Fanda.

"Kalau kita bilang proses hukum Indonesia memang aneh-aneh gimana gitu. Nyatanya memang aneh. Logikanya kan semua berjalan beriringan, semua bisa sama, berkasnya sama (P 21 alias lengkap). Kalau ini ada 1 yang belum dilengkapi," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Aremania menilai bebasnya Dirut LIB sebagai bukti lucunya proses hukum di Indonesia. Padahal Tragedi Kanjuruhan merupakan insiden memilukan sejarah sepak bola dunia. Dimana 135 orang meninggal dunia dan 600 lebih suporter terluka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI