Suara Joglo - Akhir-akhir ini cuaca ekstrem bukan hanya melanda Indonesia, namun juga di belahan bumi lain. Di Jepang, delapan orang meninggal setelah hujan salju lebat dalam beberapa hari terakhir.
Hujan salju yang turun lebat ini menyebabkan masalah bagi warga Jepang. Foto-foto menunjukkan sejumlah mobil membeku di jalan raya dan menimbulkan masalah di pantai-pantai setempat. Sampai akhirnya menyebabkan delapan orang meninggal.
Seperti dilaporkan televisi setempat NHK TV, cuaca ekstrem ini diperkirakan bakal terus terjadi hingga hari ini, Senin (26/12/2022). Demikian disampaikan pejabat setempat.
"Salju lebat terus menimbulkan masalah di pantai Laut Jepang," demikian kata pejabat setempat dilaporkan NHK TV pada Jumat (23/12).
"Pola tekanan jenis musim dingin yang khas terjadi di sekitar Jepang, yakni membiarkan massa udara dingin berembus," kata Badan Meteorologi Jepang.
Menurut badan tersebut, kondisi cuaca buruk diperkirakan akan terus terjadi hingga Senin (26/12). Banyak daerah di Jepang barat yang melaporkan rekor baru hujan salju seperti di Pulau Shikoku.
Sementara itu, di Amerika Serikat, badai salju menewaskan 28 orang dan ribuan rumah mengalami gangguan listrik. Kemudian ribuan penerbangan juga dibatalkan.
Badai musim dingin yang sangat besar ini telah mengubur beberapa daerah dengan salju tebal dan menimbulkan suhu dingin yang berbahaya di sebagian besar negara.
Wilayah yang paling parah terkena adalah Buffalo, di bagian utara New York. Di sana ada tujuh kematian terkait cuaca dan angin kencang yang telah menghambat upaya penyelamatan.
"Tujuh orang tewas di daerah itu ditemukan di dalam mobil dan timbunan salju," kata Eksekutif Erie County, Mark Poloncarz kepada kantor berita Reuters.
Ribuan penerbangan juga telah dibatalkan akibat cuaca ekstrem ini. Badai salju Amerika kali ini telah mendatangkan malapetaka selama berhari-hari. Lebih dari 250.000 rumah dan bisnis AS tanpa listrik pada hari Minggu.
Meluasnya badai salju seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, karena membentang dari Kanada hingga ke selata Texas.
Badai musim dingin patah yang dijuluki "badai bom" ini terjadi saat tekanan atmosfer merosot, sehingga menyebabkan salju dan angin lebat dan ini telah mengganggu perjalanan di seluruh negeri.
Gubernur Negara Bagian New York, Kathy Hochul yang asal asli Buffalo mengatakan bencana Ini akan dicatat dalam sejarah sebagai badai paling dahsyat di Buffalo.
Kematian terkait badai salju ini juga dilaporkan di wilayah Vermont, Ohio, Missouri, Wisconsin, Kansas, dan Colorado.
Menurut jaringan CBS, lebih dari 273.000 pelanggan di enam negara bagian New England dan 169.000 di North Carolina tanpa listrik sejak Sabtu sore.
Bahkan CNN juga melaporkan, diperkirakan rumah dan bisnis yang terkena dampak mencapai 250.000 pada pukul 1100 EST (1600 GMT) pada hari Minggu.
Negara bagian Montana di AS bagian barat juga paling parah terkena hawa dingin, dengan suhu turun hingga minus 45 derajat Celcius (-50F).
Sementara itu di Kanada, provinsi Ontario dan Quebec juga ikut menanggung beban badai ini. Di Quebec hampir 120.000 pelanggan tanpa listrik pada hari Minggu. Para pejabat mengatakan mungkin perlu waktu berhari-hari untuk menghubungkan kembali beberapa rumah tangga.
Badai salju yang ganas di Amerika Serikat ini telah mengubur beberapa daerah dengan salju tebal, menewaskam 28 orang, memutus aliran listrik, membatalkan ribuan penerbangan, menimbulkan suhu dingin yang mendatangkan malapetaka bertepatan pada Hari Natal.