Suara.com - Taqy Malik kembali ramai dibicarakan terkait dugaan mencari keuntungan besar melalui program wakaf mushaf yang digagasnya.
Dalam unggahannya pada 28 Februari 2025, Taqy Malik mengabarkan apabila harga mushaf akan segera mengalami kenaikan.
"Tahun lalu gue nanya ke toko di depan gate utama masjid Nabawi, mushaf resmi untuk wakaf masuk Masjidil Haram dan Nabawi sudah tembus 80 riyal (360 ribu rupiah)," ungkap Taqy Malik.
"Mungkin tahun ini bisa lebih mahal lagi, karena stoknya susah tapi harga gue samain 330 ribu sama kayak tahun lalu," sambungnya.
Warga Negara Indonesia (WNI) dengan akun Instagram @ajisuryawijaya._ lantas menunjukkan harga mushaf sebenarnya.
Sebagai WNI yang tinggal di Arab Saudi, Aji mengunjungi sebuah toko untuk menanyakan harga Mushaf Malik Fahd.
"Tuh 30 riyal kan," ujar Aji setelah bercakap-cakap dengan penjual mushaf di toko yang dikunjunginya.
Sementara Taqy Malik mengungkap harga mushaf wakaf 50 riyal lebih mahal dari yang dibeli Aji.
"Jadi kalian kalau mau buka wakaf 80 riyal, untung antum udah 50 riyal, antum mau buka wakaf apa mau jualan?" tanya Aji dengan penuh emosi.
Di unggahan selanjutnya, Aji mengunjungi toko lain untuk kembali menanyakan harga mushaf.
Kali ini harga mushaf yang dibeli Aji lebih murah dari toko sebelumnya.
"Indonesia 25 riyal," ujar sang penjual.
"Ini asli ya, mushaf Madinah an-nabawi ya ini. Mujammah Malik Fahd. Tuh asli banget. Bisa nih dibuat wakaf di Masjidil Haram," sentil Aji.
Bukti pembelian pun ditunjukkan Aji. Tertera pembelian dengan Mada-Apple pay pada 13 Februari 2026 sebesar 25 SAR (Saudi Arabian Riyal).
Unggahan akun @ajisuryawijaya._ yang menunjukkan harga asli mushaf jadi viral dan menuai berbagai komentar.