Dukungan ke Jokowi Menurun, Elektabilitasnya Anjlok Bila Mau Nyapres Lagi

Suara Joglo

Kamis, 05 Januari 2023 | 20:22 WIB
Dukungan ke Jokowi Menurun, Elektabilitasnya Anjlok Bila Mau Nyapres Lagi
Pidato Jokowi di ajang KTT ASEAN-Uni Eropa di Brussel, Belgia ([Jokowi/Instagram])

Hasil survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Desember 2022 menunjukkan tingkat elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) hanya sekitar 15,5 persen apabila pencalonan dirinya sebagai presiden dapat dilakukan lagi.

Hasil tersebut diperoleh dalam pertanyaan terbuka atau top of mind yang disodorkan kepada responden, “Bila Pemilihan Presiden dilakukan sekarang siapa yang Anda pilih sebagai presiden?”.

"Survei terakhir hanya 15,5 persen," kata Saiful dalam program bertajuk “Peluang Jokowi Kalau Jadi Presiden Lagi” yang disiarkan di kanal YouTube SMRC TV, Kamis (5/1/2023).

Ia menyebut dukungan publik pada Jokowi secara konsisten mengalami penurunan berdasarkan serangkaian hasil survei yang telah dilakukan SMRC. Pada survei pertama yang dilakukan Mei 2021, lanjut dia, ada 27,6 persen publik yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi.

Kemudian, dukungan publik terhadap Jokowi berdasarkan hasil survei SMRC secara berturut-turut pada September 2021 (19,8 persen), Desember 2021 (19,4 persen), Maret 2022 (20,1 persen), Agustus 2022 (12,5 persen), Oktober 2022 (15,2 persen), November 2022 (13,9 persen), dan Desember 2022 (15,5 persen).

“Tapi sebagai yang sedang menjabat, sudah dua kali jadi presiden, harusnya menurut saya lebih tinggi dari ini,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat berpikir Jokowi untuk maju kembali dalam Pilpres 2024 setelah dua periode karena berkeyakinan Jokowi akan terpilih lagi karena tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerjanya, yakni sebesar 74,2 persen berdasarkan survei terakhir yang dilakukan SMRC per Desember 2022.

Meski demikian, ujarnya, sebagai seorang yang sudah dua kali menjabat sebagai presiden dan memiliki tingkat kepuasan publik di atas 70 persen seharusnya Jokowi bisa unggul mendekati angka 50 persen.

“Terlalu jauh gap antara 74,2 persen yang puas (dengan kinerja Jokowi) dengan yang memilih kembali Pak Jokowi sekitar survei terakhir hanya 15,5 persen,” tuturnya.

baca juga

Menurut dia, perolehan dukungan tersebut disebabkan karena publik yang menganggap Jokowi tidak akan maju ketiga kalinya dalam Pilpres 2024 serta publik sudah memiliki pikiran pula tentang tokoh-tokoh lain yang berpeluang untuk menjadi presiden berikutnya.

“Sudah ada orang lain yang diharapkan bisa menggantikan Pak Jokowi,” kata Saiful.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perbandingan Gaji Jokowi dan Cristiano Ronaldo, Berani Hitung?

Perbandingan Gaji Jokowi dan Cristiano Ronaldo, Berani Hitung?

Bisnis | Kamis, 05 Januari 2023 | 19:44 WIB

Jokowi dan Pak Bas Kembaran Baju Diskonan, Dibilang Kayak Anak Boyband

Jokowi dan Pak Bas Kembaran Baju Diskonan, Dibilang Kayak Anak Boyband

Lifestyle | Kamis, 05 Januari 2023 | 19:01 WIB

Panas PDIP vs Nasdem soal Siapa yang Di-reshuffle, Ini Perbandingan Kinerja Para Menterinya

Panas PDIP vs Nasdem soal Siapa yang Di-reshuffle, Ini Perbandingan Kinerja Para Menterinya

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 18:55 WIB

Terkini

Stop Dirikan Pondok Pesantren! Ini Alasan Kemenag NTB

Stop Dirikan Pondok Pesantren! Ini Alasan Kemenag NTB

Bali | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:42 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Susunan Pemain Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026, Panggung Pembuktian Ao Tanaka

Susunan Pemain Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026, Panggung Pembuktian Ao Tanaka

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:38 WIB

Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya

Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:28 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026

Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:20 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo

4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:12 WIB