CEK FAKTA: Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur Bantu Indonesia Perang dengan Australia, Benarkah?

Suara Joglo

Kamis, 05 Januari 2023 | 20:46 WIB
CEK FAKTA: Arab Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur Bantu Indonesia Perang dengan Australia, Benarkah?
Video yang menampilkan narasi Arab Saudi bantu Indonesia perang dengan Australia ([afp periksa fakta/Twitter])

Belum lama ini, publik tanah air digegerkan dengan ramalan Nostredame yang memberi prediksi Indonesia dan Australia perang di tahun 2037. 

Tak hanya itu, beberapa waktu kemarin peramal tanah air Hard Gumay juga menyebut bahwa Indonesia dan Australia perang. Ia bahkan meyakini Indonesia menang dalam perang yang skalanya tidak terlalu besar itu.

Dipicu ulasan soal prediksi Indonesia dan Australia perang yang viral beberapa waktu lalu itu, belakangan muncul video yang mengabarkan bahwa militer Arab Saudi siap bantu Indonesia. 

Dalam video yang diunggah channel Panglima Tempur, menampilkan adegan sejumlah pesawat tempur dilanjutkan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berbicara di depan kamera.

Di awal video, seorang narator wanita terdengar mengatakan, "Hari ini Arab Saudi mulai kerahkan 100 jet tempur dan 150.000 tentara menuju Indonesia."

Pada menit 1:17, narator itu bilang, "Pengerahan banyak pesawat jet tempur itu dilaporkan media Timur Tengah Al Arabiya, Selasa 29 November 2022.

"Selain Arab Saudi, beberapa negara Teluk serta Iran ikut ambil bagian dalam invasi militer di Australia dalam bulan depan.

"Laporan itu juga menyebut bahwa sejumlah pimpinan empat negara telah sepakat bahwa Desember nanti, apabila Australia tidak segera memberikan kepastian perihal Pulau Pasir, serangan besar-besaran akan mengancam negara itu."

Video itu diunggah setelah media massa Indonesia, termasuk Kantor Berita Antara, mewartakan di bulan Oktober 2022 rencana seorang nelayan Indonesia untuk menggugat Australia soal "kepemilikan Pulau Pasir".

baca juga

Dikenal sebagai Karang Ashmore di Negeri Kangguru, Pulau Pasir adalah bagian dari MoU Box di perbatasan Indonesia-Australia di Laut Timor. Nelayan tradisional Indonesia dibolehkan melaut di situ.

Basisnya adalah sebuah perjanjian tahun 1974 antara Indonesia dan Australia.

Klaim tersebut menyebar pula di postingan video lainnya, seperti di YouTube serta di Facebok hingga meraup lebih dari 286.000 tontonan.

Klaim Salah

Dikutip dari situs periksafakta.afp.com, berdasar pencarian kata kunci di Google menemuan narasi itu dipelintir dari berita Sindonews tentang invasi Arab Saudi ke Yaman pada tahun 2015.

Laporan berita berjudul "Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur dan 150 Ribu Tentara ke Yaman" itu terbit pada tanggal 26 Maret 2015.

Beberapa kata di artikel asli telah diubah di narasi video sesat. Misalnya, "Yaman" diubah jadi "Indonesia".

Di video, narator berujar, "Hari ini Arab Saudi mulai kerahkan 100 jet tempur dan 150 ribu tentara menuju Indonesia." Versi aslinya: "Arab Saudi telah mengerahkan sekitar 100 pesawat jet tempur dan 150 ribu tentara ke Yaman untuk perang melawan milisi Houthi."

Narasi dalam video menyatakan: "Pengerahan banyak pesawat jet tempur itu dilaporkan media Timur Tengah Al Arabiya, Selasa 29 November 2022." Padahal, laporan asli Sindonews menulis, "Pengerahan banyak pesawat jet tempur itu dilaporkan media Timur Tengah, Al Arabiya, Kamis (26/3/2015)."

Selanjutnya, narator video sesat berkata, "Selain Arab Saudi, beberapa negara Teluk serta Iran ikut ambil bagian dalam invasi militer di Australia dalam bulan depan." Faktanya, laporan Sindonews menyatakan: "Selain Saudi berbagai negara Teluk serta Mesir ikut ambil bagian dalam agresi militer di Yaman."

Bagian lain video sesat mengklaim: "Laporan itu juga menyebut bahwa sejumlah pimpinan empat negara telah sepakat bahwa Desember nanti, apabila Australia tidak segera memberikan kepastian perihal Pulau Pasir, serangan besar-besaran akan mengancam negara itu."

Artikel Sindonews sejatinya berbunyi: "Laporan itu juga menyebut, bahwa sejumlah pemimpin kelompok Houthi sudah tewas dalam agresi militer."

Video Sesat

Di detik ke-30 video sesat, terlihat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, alias MBS, berbicara di depan kamera.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan video itu sebenarnya menunjukkan MBS berbicara kepada wartawan saat kunjungan kenegaraan ke India pada tahun 2019.

Video itu ditayangkan di kanal YouTube resmi Hindustan Times, koran India, di sini pada tanggal 20 Februari 2019.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris, keterangan video berbunyi, "Presiden Ram Nath Kovind memberikan upacara penyambutan bagi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Rashtrapati Bhawan, New Delhi, pada hari Rabu. Acara dihelat sebelum pertemuan bilateralnya dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Pangeran Salman tiba di ibu kota negara pada Selasa malam untuk kunjungan dua hari di India.

"Di Rahtrapati Bhawan, Pangeran Salman berkata, 'Hari ini kita ingin memastikan bahwa hubungan ini dipertahankan dan ditingkatkan untuk kebaikan kedua negara. Dengan dipimpin Presiden dan Perdana Menteri, saya yakin kita dapat menciptakan hal-hal baik bagi Arab Sadi dan India."

Dalam video asli, MBS terlihat berdiri diapit oleh Perdana Menteri Modi dan Presiden Kovind.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hard Gumay Prediksi Pilpres 2024: Bertubuh Gempal, Yang Perempuan Mohon Maaf

Hard Gumay Prediksi Pilpres 2024: Bertubuh Gempal, Yang Perempuan Mohon Maaf

Your Say | Kamis, 05 Januari 2023 | 17:31 WIB

Terkini

Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti

Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 23:58 WIB

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya

Sport | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:57 WIB

Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026

Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:37 WIB

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:35 WIB

Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah

Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah

Kalbar | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:29 WIB

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati

Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati

Kalbar | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:15 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB