Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merayakan hari ulang tahun ke-50 pada Selasa, (10/01/2023). Perayaan tersebut berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo).
Dalam peryanaan ulang tahun PDI-P tersebut turut dihadari langsung oleh Presiden Joko Widodo, Megawati Soekarnoputri dan sejumlah tokoh politik lainnya.
Acara ulang tahun PDI-P yang ke-50 tahun dibuka dengan ceremonial yang sangat meriah, salah satunya dengan menampilkan lagu Manuk Dadali dengan iringan musik dan tarian.
Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Umum Partai PDI-P, dalam pidatonya menekankan kepada para kadernya untuk turun ke bawah dan berbaur dengan masyarakat.
Hal itu tak lepas dari sejarah awal-awal terbentuknya PDI-P yang mana Megawati langsung turun ke bawah lalu dipertemukan dengan orang-orang PNI (Partai Nasional Indonesia) yang tak lain didirikan oleh Presiden pertama Indonesia sekaligus bapak dari Megawati yakni Bung Karno.
Megawati mengaku awal mula terbentuknya PDI-P tak lepas dari bantuan orang-orang PNI saat dirinya terun langsung ke bawah.
"Jadi ibu gak usah susah payah mikir, kita akan bantu terus," cerita Megawati dalam pidatonya.
"Itu mengapa pada waktu pertama saya turun DPR-nya itu langsung dari 27 seratus persen jadi 54. Kenapa? Kenapa? Karena saya turun ke bawah," imbuhnya sangat berapi-api.
Kendati demikian, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut menekankan kepada para kadernya untuk selalu turun ke bawah dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena menurut Megawati hal tesebut merupakan satu-satu cara agar bisa mengumpulkan rakyat.
Baca Juga: Tas Rezky Aditya dan Citra Nyaris Dicuri di Paris, Si Pencuri Malah Kasih Peringatan
"Saudara-saudara sekalian siapa yang tidak mau turun ke bawah apa boleh buat. Karena hanya satu-satunya cara untuk bisa mengumpulkan yang namanya rakyat. Mereka itu banyak yang gak mengerti bahwa rakyat itu ada yang disebut massa mengambang," ucap Megawati.