Suara Joglo - Diberhentikannya kompetisi Liga 2 musim 2022-2023 mendapat sorotan utama bagi para pegiat sepak bola, penggemar, bahkan netizen.
Keputusan ini cukup mengagetkan publik, pasalnya sejauh ini Liga 2 musim 2022-2023 telah berjalan selama 7 pekan.
Kendati demikian eks COO Bekasi FC menilai bahwa keputusan untuk keluar dari ekosistem Liga 2 pada akhir musim kemarin merupakan keputusan yang tepat.
"Memilih Pergi dari ekosistem Liga 2 adalah keputusan terbaik dalam hidup yang pernah gw ambil," tulis Divo Sashendra di akun Instagram pribadinya.
Di sisi lain, eks COO Bekasi FC tersebut mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan yang pernah ia dapati semenjak terjun ke dunia sepak bola Liga 2.
"Dari awal gw masuk ke Liga 2 ini, memang udah banyak hal hal aneh dan tidak berjalan sesuai dengan regulasi, banyak juga kejanggalan yang terjadi, mulai dari wasit, matchcom, tawaran mafia untuk promosi, tawaran mafia untuk terhindar dari degradasi dan yang lebih anehnya lagi banyak orang yang bangga punya relasi dengan mafia sepakbola," imbuhnya.
"Dan dulu gw berfikir, gw gak akan bisa merubah ekosistem ini sendirian ataupun berdua, makanya musim kmren gw memilih mundur dan lebih memilih menjadi pengangguran daripada harus bekerja di Ekosistem yang seperti itu," tambah Divo Sashendra.
Pernyataan pada postingan akun Instagramnya tersebut lantas mendapat komentar dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Bahkan ada yang menyarankan agar membuat kompetisi sendiri.
"Bikin liga sendiri ndan, ajak atta, gapapa gk dianggap resmi, yg penting lebih baik dri liga indo saat ini," ungkap salah seorang netizen.
Baca Juga: Hasil Malaysia Open 2023: Bungkam Unggulan 3, Apriyani/Fadia Melangkah ke Semi Final
"nanya dong pt lib bisa dibeli g sih sahamnya? kn bisa urunan dan bikin kompetisi sendiri. nanya nih," kata netizen yang lain.
"Tidak banyak pengalaman di bidang sepakbola tapi saya suka dan cinta akan sepak bola...sepak bola ini juga yg merubah hidup saya walaupun tdk sampai di pemain Pro... Sepak bola menyelamatkan sekolah saya dari jenjang SD s/d Perguruan Tinggi... semuanya dipermudah (Beasiswa) dari Sepak Bola... Sampai di titik sya Bekerja pun Sepak Bola yg Mempersatukan bahasa Pekerjaan...Miris kayaknya kalau temen2 yg berjuang mencari Nafkah di sepakbola harus seperti ini...." kata netizen satunya.