Suara Joglo - Kiai Musthofa Bisri atau Gus Mus memang dikenal aktif membuat cuitan di media sosial Twitter. Seperti baru-baru ini misalnya, Gus Mus mengunggah foto mainan lato-lato.
Mainan lato-lato memang tengah populer sekarang ini. Anak-anak sampai orang dewasa ramai-ramai mengunggah video permainan tersebut. Ini agaknya menarik bagis Gus Mus.
Unggahan mainan lato-lato itu kemudian diberi caption sebuah nasihat pagi. "#FatwaAhad: Jika bukan mainan, jangan mau dibentur-benturkan," demikian bunyi cuitan akun @gusmusgusmu.
Cuitan nasihat ahad Gus Mus ini memang mengena banget. Nasihat ini cocok bagi mereka-mereka yang sedang berkompetisi saling menjatuhkan, siapa saja dan di mana saja.
Para buzzer yang saling kritik dan serang di media sosial misalnya. Kemudian kegaduhan jelang KLB PSSI ini. Bisa juga antar pendukung capres yang berisik memuja calonnya sambil menjatuhkan calon lain.
Karena itu nasihat ini bisa ditafsirkan apa saja. Misalnya akun @DenmasMadrid yang memberikan tafsir nasihat Gus Mus seperti ini: "Namun ada yang tahu punya potensi terjadi benturan malah dibuat main-mainan."
Berbeda dengan komentar akun Twitter Habib Ja'far @Husen_Jafar. Habib yang ngetop di podcast-podcast ini mengaitkannya dengan jodoh.
"Jodoh bukan lato-lato. Sebisa mungkin dia pilihan akal & hatimu. Kalau cuma pilihan akal, cintamu realistis tp tak romantis. Kalau pilihan hati aja, cintamu romantis tp rawan kritis. Begitu jg beragama, ia harus dipeluk secara spiritualis tapi juga logis. Pokoknya gitu lah."
Komentar Habib Ja'far itu kemudian dibalas akun @Luutthh: "@Husen_Jafar Sudah dilihat pakai mata, dipikir pakai akal, dirasa pakai hati, jodohku masih juga ga nampak ada dimana."
Baca Juga: Alasan Malaysia Ajak Indonesia Hentikan Ekspor CPO ke Eropa: Ruwet, Bikin Rugi Melulu
Akun @kikomatsuu nimbrung dengan komentar begini: "@Husen_Jafar Tapi emang bener bib, akal dan hati sering berbenturan. Biasanya yang jadi cikal bakal overthinking."