Presiden Jokowi baru saja melakukan pengecekan proyek pembangunan sodetan kali ciliwung di Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur. Proyek yang sempat mangkrak selama 6 tahun itu dijadwalkan kelar April mendatang.
Dalam sesi wawancara seusai meninjau proyek tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa pembangunan sodetan kali Ciliwung sempat mangkrak selama 6 tahun. Proyek itu mandeg lantaran masalah pembebasan lahan.
"Saya juga kaget dikerjakan oleh Pak Gubernur Heru saya ngga tau pendekatannya kaya apa tapi sudah selesai, saya kesini tadi sudah selesai," ungkapnya, Selasa (24/1/2023).
Jokowi sendiri sebetulnya sudah pernah meminta gubernur saat itu yang masih dijabat oleh Anies Baswedan untuk merampungkan perihal pembebasan tanah di kawasan Bidara Cina, sebagai upaya melanjutkan proyek sodetan kali Ciliwung pada 8 Januari 2020.
Anies pun di hari yang sama sempat merespon perihal perkembangan proyek sodetan kali Ciliwung itu. Ia menyebut bahwa soal pembebasan lahan sudah masuk tahap penaksiran nilai properti atau appraisal.
Sosok yang kini diusung oleh Partai NasDem sebagai bakal calon presiden 2024 itu menyebut transaksi pembayaran ganti lahan atau bangunan bisa selesai hingga akhir Januari 2020.
"Jika transaksi pembayaran ganti atas lahan yang digunakan untuk kawasan sodetan telah selesai maka Kementerian PUPR dapat melakukan pengerjaan pembangunan termasuk pintu air atau water inlet," terangnya.
Tapi sebelum proyek itu rampung, masa jabatan Anies Baswedan telah selesai dan kekosongan kursi jabatannya diisi oleh PJ Gubernur yang ditempati Heru Budi.
Di saat itu, Jokowi kembali meminta agar proyek sodetan kali Ciliwung lekas dirampungkan hingga Maret 2023.