Suara Joglo - Di era media sosial dan menjamurnya informasi seperti sekarang ini, isu apapun bisa dipelintir sedimikian rupa. Seperti baru-baru ini misalnya.
Sebuah video pendek beredar luas di Facebook dengan narasi seperti ini: "Jok0wi naik pitam usir dubes china dan malaysia dari indonesiaa". Unggahan ini segera beredar luas.
Lalu apa benar demikian narasi isi video tersebut? Ternyata tidak. Seperti dikutip dari laman website turnbackhoax.id, videonya sendiri ternyata berisi potongan-potongan video yang sama sekali tidak berkaitan.
Si kreator konten itu misalnya menempel potongan video berisi pembacaan narasi tentang konflik Ukraina, kemudian ditempel dan dikaitkan dengan potongan-potongan video lain: tentang China, Malaysia dan Indonesia.
Potongan-potongan video itu diambil dari sejumlah media nasional. Salah satu video yang identik oleh KOMPASTV di YouTube: “JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Jokowi membeberkan keluhan yang ia terima terkait kinerja imigrasi. Baik dari investor, turis, izin tinggal yang masih dipersulit.
"Yang seharusnya auranya adalah memudahkan dan melayani. Harus berubah total. Kalau perlu, dirjennya ganti, bawahnya ganti semua, biar ngerti bahwa kita ingin berubah. Kalau kita ingin investasi datang, turis datang, harus diubah," kata Jokowi saat rapat memimpin khusus membahas mengenai visa on arrival dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (9/9/2022).
Kemudian potongan lain berasal dari ANTARANEWS.com: "Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat (27/5) menyatakan lima diplomat Kroasia berstatus persona non grata. Surat keterangan resmi perihal itu diserahkan kepada Duta Besar Kroasia untuk Rusia Tomislav Car, tulis kemlu di situs webnya."
Lalu lainnya dari Video yang diunggah oleh Rasyid Ridha di YouTube: "BIG MALL LATIHAN WANTEROR PEMBEBASAN SANDERA OLEH PERSONEL BATALYON B PELOPOR SATBRIMOB POLDA KALTIM."
Selain itu, video oleh Guardian News di YouTube yang meliput acara yang sama dengan yang digunakan oleh SUMBER: "CHANG’AN AVENUE DONGYAN ROAD China marks the 70th anniversary of its founding on National Day, where President Xi Jinping will inspect the troops along Chang’an Avenue in the Chinese capital. More than a hundred thousand citizens will parade past the Tiananmen Gate with floats."
Ada juga dari detikNews: "Jakarta – Gaya lama imigrasi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat berbuntut panjang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan ‘menjewer’ imigrasi dan mengancam akan mengganti dirjen hingga bawahannya."
TRIBUNKALTIM.CO: "Keheningan di Big Mall mendadak berubah mencekam. Bunyi saling tembak terdengar memecah kesunyian di mall yang terletak di jalan Untung Suropati, Samarinda, Kaltim."
Dengan demikian, video tersebut bisa dipastikan sebagai konten MENYESATKAN.