Suara Joglo - Kedekatan Betrand Peto dengan ibu sambungnya Sarwendah nyaris tak pernah luput dari sorotan. Bahkan tak sedikit yang beranggapan negatif terhadap kedekatan keduanya.
Pemberitaan mengenai kedekatan Betrand Peto dengan Sarwendah dalam kurun belakangan kian banyak tersebar ke publik. Karena kedekatan keduanya yang terkesan mesra, tak sedikit yang menuding keduanya melakukan hubungan yang kelewat batas.
Bahkan tak sedikit pula yang memanfaatkan kedekatan ibu dan anak tersebut menjadi berita-berita yang mengarah ke hal negatif.
Salah satunya seperti yang diunggah oleh channel YouTube Kabar Selebriti bertajuk Kelewatan!! Video Betrand dan Sarwendah Viral di Mobil yang disertai thumbnail gambar aksi mesum di dalam mobil.
Lalu benarkah?
Penjelasan
Seperti disinggung di atas, video yang dilabeli judul Video Betrand Peto dan Sarwendah viral di dalam mobil itu ditampilkan dengan thumbnail yang memancing yakni dengan foto sosok sepasang orang yang melakukan aksi mesum di dalam mobil. Foto itu ditampilkan dengan diblur alias tak tampak jelas.
Kemudian bila diperhatikan secara seksama di dalam isi video itu, tak sedikitpun yang mewakili thumbnail yang dipajang di awal video.
Berdasarkan penjelasan si narator, video itu membahas soal kedekatan Betrand Peto dan Sarwendah yang dinilai terlalu mesra hingga jadi sorotan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ruben Onsu Ancam Akhiri Hak Asuh Betrand Karena Pergoki Sarwendah dan Betrand di Kamar
Lalu muncul pula pernyataan dari seorang penceramah yang menjelaskan mengenai batas hubungan antara ibu sambung dengan anak angkatnya.
Di akhir video baru diceritakan mengenai bagaimana Sarwendah dan Betrand Peto satu mobil menuju ke sebuah acara di stasiun televisi. Mereka tampak tergesa-gesa hingga harus merapikan rambut dan pakaiannya di dalam mobil.
Dari keterangan narator, momen Betrand Peto dan Sarwendah di mobil itu dilansir dari channel YouTube keluarga Onsu.
Hingga akhir video tak ada informasi yang berkaitan dengan hal-hal menjurus ke nekat atau kelewatan.
Kesimpulan
Berdasar penelusuran tersebut, diketahui bahwa gambar dan informasi yang disampaikan tidak sinkron, bahkan mengaburkan.