Suara Joglo - Shin Tae-yong dalam TC Timnas Indonesia U-20 proyeksi AFC Cup 2023 menyoroti semangat juang anak asuhnya saat sesi latihan.
Jelang pertandingan berakhir pelatih asal Korea Selatan tersebut menegur beberapa pemain yang dinilai kurang maksimal saat latihan. Dengan tegas Shin Tae-yong mengungkapkan jika semuanya harus menjadi satu dan latihan dengan keras.
"Kita semua harus menjadi satu, maka itu kita latihan keras," ungkap Shin Tae-yong dilansir dari akun Instagram @dailygaruda (07/02/2023).
Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan kalahkan Jerman pada Piala Dunia 2018 silam, menegur Hokky Caraka dan Frezy yang dinilainya masih bisa tetap berlari, tapi kedua pemain tersebut memilih untuk tidak melakukannya.
"Kalau melihat data pagi ini, Hokky dan Frezy, sebenarnya bisa lari tapi tidak lari. Kenapa kalau lari lelah jadi harus dimaksimalkan harus bisa tingkatkan kalian juga, tapi kalian tidak ada usaha, maka kalian tetap stay di sini terus," imbuh Shin Tae-yong dengan tegas.
Kendati demikian, Shin Tae-yong lantas memberi contoh senior mereka di Timnas Indonesia. Ia menyebut nama Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam untuk dijadikan contoh bagi mereka.
"Pas kita latihan di Bali, Asnawi dan Arhan mereka detak jantungnya sampai 99 persen, hampir 100 persen. Kalau gitu jadi gimana, mereka coba terus, walaupun lelah mereka coba terus," pungkasnya.
Pernyataan Shin Tae-yong tersebut lantas tak luput dari perhatian kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Banyak dari mereka yang mengomentari statemen Shin Tae-yong itu.
"Disini baru paham Asnawi dan arhan selalu jd starting ternyata berdasarkan data bkn dr penglihatan saja. pdhal byk di kritik tp coach Shin yg lbh tau," ungkap salah seorang netizen.
"Sebenarnya bisa lari,tapi tidak lari.....kalau d latihan aja g kasih 100%....trus mw gmna d pertandingan...d balap motor di kenal istilah jatuh berkali" saat latihan supaya tau limit motor sampai mana,supaya saat race bisa memacu motor smpai titik limitnya," ucap netizen satunya.