Kaesang Pangarep turut menyoroti soal Kongres Luar Biasa atau KLB PSSI. Ia pun turut menanggapi terkait pemilihan waketum yang diulang.
Dikutip dari akun Twitternya, Kaesang Pangarep baru saja disentil terkait insiden pemilihan waketum PSSI yang diulang.
Hal itu berdasar kicauan dari salah seorang netizen
"Pemilihan Waketum rame banget nih mas, sampai perwakilan FIFA minta ulang," kata fandi.
Kicauan itupun direspon putra bungsu Presiden Jokowi tersebut.
"Harus diinvestigasi dulu baru diulang," kicaunya.
Seperti diketahui Kongres Luar Biasa PSSI berlangsung ricuh, terutama ketika menilik hasil pemilihan posisi dua wakil ketua umum yang kemudian berujung diulang.
Padahal sebelumnya wakil ketua umum PSSI sudah terpilih atas nama Menpora Zainudin Amali serta Yunus Nusi. Dimana Zainudin Amali sudah memenangi 66 suara. Sementara Yunus Nusi mendapat 63 suara, kemudian di posisi tiga ada Ratu Tisha 41 suara.
Namun kemudian perhitungan suara untuk pemilihan Waketum PSSI harus diulang setelah prosesnya dilaporkan berlangsung tidak kondusif di mana beberapa voters melakukan protes.
Baca Juga: Sudah Jadi Ketum PSSI, Erick Thohir Diminta Hapus Syahwat Maju Capres atau Cawapres
Hal itu diketahui dari video yang beredar, salah satunya diunggah oleh mantan pemain Timnas Indonesia, Hamka Hamzah yang merupakan perwakilan voters dari klub Liga 2 Bekasi FC.
Tidak dijelaskan mengapa pemilihan waketum PSSI harus diulang. Namun pada akhirnya diputuskan pengambilan suara ulang dilakukan.
"Untuk Waketum akan ada pemilihan ulang ya rekan-rekan," kata Bandung Saputra tim media PSSI.
Menurut Togar Simanjuntak, voters dari Persiba Balikpapan menyebut ada beberapa nama hilang dalam penghitungan. Sehingga diputuskan oleh Mochamad Iriawan dilakukan penghitungan ulang.
"Sementara banyak yang nulis Ratu Tisha hilang, ada yang nulis nama Syauqi hilang, ada yang nulis Riyad hilang, sehingga usul dari teman-teman ganti KP. Tapi mantan ketua umum Pak Ibul mendengarkan wibawa pak Ibul, hitung ulang. Kongres ini diselamatkan wibawa pak Ibul," ujar Tigor.