Suara Joglo - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Venna Melinda sebentar lagi masuk ke ruang persidangan. Kasus ini membetot perhatian publik beberapa waktu lalu.
Sebelum kasus ini mencuat, pasangan Venna Melinda dan Ferry Irawan ini dikenal sangat mesra. Keduanya sempat saling mendukung dan berjanji bakal menyelesaikan segala persoalan rumah tangga secepat mungkin.
Dikutip dari Channel YouTube Cumicumi, saat masih mesra-mesranya dulu, Venna mengaku tidak lah mencari suami yang tajir atau pejabat. Ia hanya mencari sosok suami yang bisa membawanya lebih baik.
Hal ini disampaikannya dalam sebuah obrolan. Ia didampingi Ferry Irawan mengatakan selama hampir 9 tahun menjanda, sebenarnya banyak didekati oleh pria-pria tajir.
Namun demikian, ia menolak mentah-mentah semua pria tajir tersebut dengan berdalih bahwasanya ia hanya membutuhkan sosok pria yang dapat membimbingnya ke dalam kebaikan.
"Yang kaya, yang pejabat, yang mungkin businessman, tapi ternyata yang saya butuhkan pada saat ini di usia saya yang 50 tahun nanti adalah orang yang bisa membimbing saya benar-benar ke dalam kebaikan," kata Venna.
"Entah itu dalam segi agama, dunia, dan akhirat artinya itu Allah menuntun dan saya sekarang percaya banget tuntunan Allah. Bukan mengandalkan bahwa saya cantik, bahwa saya mantan misalkan di DPR, bahwa saya harus yang equal, ya kan itu mata saya, mata manusia, tapi Allah tidak mengizinkan itu terjadi," ujarnya menambahkan.
Venna mengaku sudah memahami takdir Allah. Di usianya yang hanpir 50 tahun ini, mungkin Allah tidak mengizinkannya dinikahi lelaki kaya. Ia tidak tahu pasti kenapa pada akhirnya Ferry Irawan yang berlabuh.
"Artinya kalau itu mengizinkan terjadi, saya udah dari kemaren kawin sama orang yang mungkin bukan Abi gitu. Allah tidak menuntun ke situ. Nah, kita enggak pernah tahu apa sih message Allah dengan saya harus nanti misalkan menjadi istrinya Abi," ujar Venna.
"Mungkin melatih saya untuk menjadi orang yang lebih down to earth, menjadi orang yang lebih bersyukur, menjadi orang yang jauh lebih sholehah," sambungnya.
Venna yang sangat menginginkan untuk masuk surga, menyadari bahwa dengan adanya sosok suami dalam hidupnya itu dapat menuntunnya ke dalam pintu surganya Allah.
"Karena kan saya pengen banget masuk surga karena kalau saya bersuami berarti kan salah satu pintu surga saya adalah berbakti kepada suami, tapi suami yang macam apa," ujarnya.
Secara tiba-tiba, Ferry pun melanjutkan pernyataan Venna dengan menambahkan bahwa Venna hanya membutuhkan sosok suami yang baik, bertanggung jawab kepada keluarga, serta mampu berbuat kebaikan dalam hal agama.
"Suami yang baik, yang bisa bertanggung jawab kepada keluarganya, yang bisa membawa kebaikan dalam hal nomor satu agama, dan apa-apa tuh kita selalu berdua nih gitu loh," celetuk Ferry.
Ferry mengatakan bahwa jika dirinya berbuat salah di depan Venna, maka Venna langsung mengingatkan kesalahannya itu di saat itu juga.
Sama halnya dengan Venna, jika Ferry mendapati Venna telah berbuat salah padanya, ia juga akan langsung menegurnya untuk meminta maaf padanya.
"Jadi saling mengingatkan, kalau saya ada yang salah, ada yang kurang atau saya kadang-kadang secara ngga sadar," kata Ferry.
"Ada saya yang khilaf terus juga saya menyinggung perasaannya dia, dia langsung bilang 'Bi, tadi kamu gini gini gini'. Oh iya saya juga begitu, kalau misalnya tadi kamu gini deh,” imbuhnya.
Ia juga berharap bahwa ke depannya masalah rumah tangga yang akan mereka hadapi akan cepat dapat diselesaikan tanpa harus memendamnya sedikit pun.
Bahkan, seorang Ferry menyebut bahwa sosok Venna adalah tulang rusuknya yang hilang selama bertahun-tahun.
"Jadi kita InsyaAllah ke depannya tuh apapun itu masalahnya, langsung kita clear-kan pada saat itu juga. Kita nggak mau kita mendem terus kita yang berubah sikap," ujarnya.