Suara Joglo - Aksi penganiayaan yang melibatkan anak salah seorang pejabat Ditjen Pajak ramai jadi sorotan publik. Belakangan disebut bahwa mobil Wrangler Rubicon yang dikendarai terduga pelaku penganiayaan ternyata belum bayar pajak.
Seperti diketahui beberapa waktu lalu nama Rubicon ramai jadi perbincangan di media sosial. Musababnya lantaran si pengguna mobil itu yang diketahui merupakan anak dari pejabat Ditjen Pajak RI melakukan penganiayaan terhadap pria bernama David.
Di tengah ramai perbincangan mengenai penganiayaan tersebut, belakangan mencuat bahwa mobil Rubicon yang dikendarai terduga pelaku penganiayaan ternyata mangkir bayar pajak.
Hal itu diungkap oleh pemilik akun Afif Fuad Saidi yang melapor kepada Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.
"Ngapunten Pak @prastow, Mobil Wrangler B 2571 PBP milik bapak e anak yang aniaya putrone rencang kami sampai koma hingga hari ini belum bayar pajak, preseden buruk untuk @DitjenPajakRI kemewahan yang tak taat aturan terlebih terjadi pada pegawai pajak sendiri. Miris," tulisnya.
Kicauan itupun langsung direspon oleh Prastowo.
"Njih siap Gus. Matur nuwun informasinya. Kami koordinasikan dengan pihak terkait," jawabnya.
Kronologi Kejadian
Kasus penganiayaan yang melibatkan pemilik mobil Rubicon itu diungkap oleh seorang warga Twitter dengan nama akun @/addtaufiq. Diceritakan seorang pelajar bernama David diduga menjadi korban penganiayaan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Hingga saat ini David masih belum sadarkan diri karena mengalami luka cukup parah akibat dianiaya oleh sejumlah orang pada Senin (20/2/2023). Disebutkan bahwa pelaku penganiayaan David itu memakai mobil mewah dengan nopol palsu.
"Kendaraan bernopol plat palsu ini dipakai untuk membawa anak teman saya untuk dianiaya. Pelaku berjumlah 3 orang," bunyi cuitan akun @/addtaufiq pada Selasa (21/2/2023).
Sementara itu, menurut akun Twitter @LenteraBangsaa_, penganiayaan terjadi saat David sedang berada di rumah temannya. Ketika itu David membagikan lokasinya pada sang mantan kekasih.
"Menurut saksi, 20 Februari 2023 Korban sedang bermain di rumah temannya, kemudian korban di WA mantan pacarnya yang mau mengembalikan kartu pelajar," terangnya.
"Korban shareloc lokasi dia (rumah temannya). Kemudian ada mobil jeep hitam tersebut sudah menunggu di depan (ada 4 orang di dalam jeep) dan korban diajak ke sebuah gang kosong," sambungnya.
Di gang kosong itu, David dianiaya oleh dua orang pelaku. Akibat penganiayaan itu, David mengalami luka serius pada wajahnya.
"Korban mengalami luka serius bagian muka sebelah kanan, kemudian dilarikan ke RS Medika oleh ayah teman korban. Kondisi saat ini korban belum sadarkan diri," lanjutnya.
Sosok terduga pelaku penganiayaan
Peristiwa yang dialami David itu dilaporkan ke polisi. Tampak mobil Rubicon milik terduga pelaku penganiayaan itu punya nomor polisi palsu, yakni B 120 DEN.
Diketahui nomor asli mobil Rubicon itu adalah B 2571 PBP. Pelaku yang diduga berinisial MDS juga diketahui merupakan lulusan Taruna Nusantara.
Sosok terduga pelaku itu kemudian viral hingga tercantum akun Instagram sang pelaku, yakni @/__broden dengan salah satu foto bersama mobil Jeep Rubicon.
"Update ini tampang pelaku penganiayayaan, mobil juga terlihat plat nomer yg berbeda. Akan aku Virallkan kau g***kkk," katanya.
Tak sampai di situ, diungkap juga bahwa sang pelaku diduga merupakan anak pejabat pajak. Seorang warganet bahkan mengungkap bahwa pelaku tak cuma memiliki Rubicon, tetapi juga motor Harley Davidson.
Hal itu membuat warganet sampai menandai KPK dan Kejaksaan untuk mengusut orang tua pelaku yang dinilai pejabat kaya.
Terlepas dari itu, hingga kini masih belum ada keterangan resmi dari kepolisian dan terduga pelaku atas dugaan penganiayaan ini. Sementara itu David sendiri disebut masih dalam keadaan koma.
"Bukan sekedar bekas luka, korban saat ini masih dalam kondisi koma di ICU RS Medika. Sahabat saya sebagai ayah korban pun sudah melaporkan kejadian tersebut," ujar akun @/addtaufiq ketika membalas komentar salah seorang warganet.
"Anehnya barang bukti kendaraan segede itu bisa geser hilang entah kemana dari halaman Polsek Pesanggrahan," tambahnya.