"Tantangan utama buat saya adalah kerja klinis di klinik sendiri dan melakukan riset halal adalah dua hal yang sangat berbeda. Saya harus pandai-pandai mengatur waktu," kata Dr Fitri.
Wanita diaspora Indonesia lainnya yang masuk dalam buku tersebut yakni Dr Rini Akmeliawati, yang kini menjadi Associate Professor di Universitas Adelaide di Australia.
Wanita asal Sumatera barat itu dikenal sebagai pakar sensor yang berhasil mengembangkan alat pendeteksi bahan tidak halal, seperti lemak dan protein babi serta alkohol. Dalam bidang riset, Dr Rini kini ditunjuk menjadi Koordinator Pusat Penelitian Robotik dan Automasi, Universitas Adelaide.
Nama-nama wanita Indonesia lainnya yang masuk dalam buku tersebut adalah Susi Susiatun dari Gerakan Wakaf Indonesia, Dr Dety Mulyanti (ABPPTSI Jawa Barat), Candra Hendriyani (Akademi Sekretaris Taruna Bakti), Rina Novianty (Unpad), Siti Anah Kunyati (Universitas Langlang Buana) dan Prof Dr Mulyaningsih (Universitas garut).
Mereka yang tersenarai dalam buku dikelompokkan berdasarkan kontribusi dalam beberapa kategori seperti bidang pangan, kosmetik, kesehatan, sertifikasi, ekonomi Syariah, tokoh akademis, hingga tokoh kepemimpinan.