Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menemani Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan para Wakil Ketua PSSI untuk melihat langsung Stadion Manahan Solo sebagai venue Piala Dunia U-20.
Namun tingkah laku Gibran menjadi sorotan publik. Meski anak soerang Presiden ia tetap menyambut para petinggi PSSI tersebut.
Hal itu terekam jelas di video yang diunggah akun YouTube berita surakarta. Gibran tampak sebagai pemandu perjalanan.
Ia mengarahkan Erick Thohir, Zainudin Amalai dan Ratu Tisha saat sampai di Stadion Manahan.
Tak hanya itu, saat pulang pun Gibran tak mau masuk mobil paling pertama. Ia tetap berada di depan pintu mobil sambil menunggu semua para petinggi PSSI masuk.
Gibran pun masuk terakhir, dan mobil yang mengangkut seluruh pimpinan PSSI itu pergi.
Diketahui, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan Stadion Manahan Solo di Provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan pertandingan sepak bola Piala Dunia U-20 sudah sangat siap.
"Alhamdulillah, kalau dilihat Stadion Manahan Solo sangat siap menyelenggarakan Piala Dunia U-20," kata Erick Thohir dikutip dari ANTARA di Stadion Manahan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/3/2023).
Erick Thohir yang juga Menteri BUMN bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, didampingi Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kemen PUPR Essy Asiah, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha dan jajaran panitia Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committee (INAFOC) melakukan pengecekan menyeluruh persiapan Stadion Manahan Solo untuk Piala Dunia U-20.
Baca Juga: Nagita Slavina Parkir di Depan GBK saat Nonton Konser BLACKPINK, Warganet: Gemas!
Erick mengatakan pihaknya sebelumnya sudah melihat langsung ke Sumatera Selatan dan Bandung dan Minggu ini di Stadion Manahan Solo kemudian nanti dilanjutkan ke Bali.
Menurut Erick, Solo sangat penting buat semuanya karena Stadion Manahan akan digunakan laga final dan rencana penutupan penyelenggaraan kejuaraan Piala Dunia U-20.
"Solo sangat siap. Tinggal hal-hal kecil saja yang harus dijaga. Salah satunya mengenai sponsor. Jangan ada sponsor dari FIFA yang bertabrakan dengan kegiatan di sekitar stadion," katanya.
Hal itu yang harus dijaga dan bukan pekerjaan yang sulit. Pihaknya akan meminta nanti logo BUMN sementara ditutup dulu selama penyelenggaraan Piala Dunia U-20.
"Karena, kami harus pastikan FIFA ada sponsor. Saya kira Stadion Manahan Solo tidak ada masalah karena perawatannya sangat baik. Tinggal dirapikan rumput lapangan lagi sesuai standar FIFA saja," katanya.
Menurut dia, Indonesia mempunyai keinginan lebih besar bersama negara-negara ASEAN untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Dia mengatakan jangan sampai ketika mempunyai kesempatan menyelenggarakan Piala Dunia U-20 yang merupakan event terbesar kedua di FIFA tetapi tidak lakukan dengan maksimal.
"Oleh karena itu, kami sangat serius dengan mengecek satu per satu untuk memastikan kesiapan daerah karena hal ini harga diri bangsa kita," katanya.
Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mengatakan pemerintah mempunyai komitmen tentang persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Pemerintah dan INAFOC ingin memastikan apa yang sudah menjadi komitmen pemerintah daerah berjalan dengan baik sesuai apa yang sudah disepakati bersama.
Menurut Menpora, pada komitmen tersebut ada tanda tangan Gubernur, Bupati atau Wali Kota siap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Solo ini, katanya, menjadi luar biasa karena komitmen Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, sudah dipastikan menjadi tempat final Piala Dunia U-20.
"Saya lihat komitmen pemerintah bagaimana sesuai kesepakatan sudah dijalankan dengan baik oleh pemerintah daerah. Stadion Manahan Solo sudah sangat siap dan Pemerintah Surakarta juga siap menjadi tuan rumah yang baik," katanya.