Suara Joglo - David Ozora, bocah 17 tahun korban kekerasan Mario Dandy cs pelan-pelan kondisinya sudah mulai membaik. Video David sudah mulai bisa mengonsumsi makanan diunggah ayahnya Jonathan Latumahina lewat akun Twitternya.
Kasus penganiayaan David sebelumnya membetot publik. Ia dianiaya secara sadis oleh Mario Dandy cs, kemudian video penganiayaan tersebut viral di media sosial. Ketiga pelaku, Mario Dandy dan dua temannya kini pun harus ditahan oleh kepolisian.
Terkait kondisi David yang mulai membaik, warganet pun ramai-ramai mendoakannya:
"@seeksixsuck Alhamdulillah.... sudah mulai membaik. Semoga segera diberikan kesembuhan seperti sedia kala.... Kamu kuat David....," tulis akun @ana_khoz
"@seeksixsuck alhamdulillah, Allahu yasyfih," tulis akun @ainunnajib.
"@seeksixsuck Alhmdulillah ya allah, ya allah ....David le ... anakku, lekas pulih sprti sedia kala...," tulis akun @AfifFuadS.
"@seeksixsuck Praise The Lord.. Nice David.. nice !!! Tunjukkan pada dunia kamu menang melawan Goliath !" tulis akun @PakarINTELek.
"@seeksixsuck Orang tua mana yg rela dan ikhlas melihat anak lelakinya diperlakukan seperti ini? semoga David dan keluarganya diberikan ketabahan dan perlindungan dari Allah swt Capt.CapungLaut," tulis akun @rf_frans
Kasus ini terus diselidiki oleh kepolisian. Bahkan dugaan kasus penganiayaan tersebut merembet ke mana-mana, sampai menyeret nama pejabat pajak, termasuk Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario Dandy.
Baca Juga: Kangen Nonton Konser, Iwan Fals Ikut Nikmati Aksi Trivium dan Slipknot di Hammersonic 2023
Terkait kasus penganiayaan, belakangan mencuat pembahasan restorative justice atau perdamaian. Namun Mellisa Anggraini selaku kuasa hukum David mengungkapkan, pada saat Kajati DKI Jakarta hadir membesuk David di rumah sakit, tidak ada sama sekali pembahasan terkait hal itu.
"Yang ada Kajati memastikan bahwa yang dialami David ini merupakan penganiayaan berat," ungkap Mellisa, dikutip dari suara.com, Jumat 17 Maret 2023.
Sudah 25 hari David masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada. Tanpa adanya perkembangan kesadaran kualitatif. "Bagaimana mungkin masih sempat terpikirkan wacana untuk restorative juctice,"