Suara Joglo - Liga I Prancis bergolak akhir-akhir ini. Ini setelah suporter ramai-ramai memprotes kebijakan yang dibuat FFF, Federasi Sepak bola Prancis terhadap para pemain beragama Islam selama Ramadhan.
FFF disebut-sebut telah menerbitkan aturan larangan berbuka puasa untuk pemain muslim di Ligue 1--kasta tertinggi sepak bola Prancis. Informasi ini berawal dari sebuah email bocor yang menyebutkan FFF menginstruksikan wasit meminta pemain agar tidak berbuka puasa.
Hal tersebut pun mendapat kecaman dari salah satu suporter klub Ligue 1 Prancis. Suporter Paris Saint-Germain (PSG) manjadi pihak yang menunjukkan kekecewaannya atas keputusan federasi sepak bola Prancis atau FFF.
Pada laga PSG menghadapi Lyon di Parc des Princes. Suporter PSG membentangkan sebuah spanduk. Sepanduk tersebut bertuliskan, "Une datte, un verre d'eau: le cauchemar de la FFF," atau yang berarti "Kurma, Segelas Air: Mimpi Buruk FFF," dikutip 3 April 2023.
Hal ini juga terjadi sebelumnya, kala Prancis menghadapi Belanda pada kualifikasi Euro 2024, staff pelatih Prancis meminta para pemain untuk tidak berpuasa.
Saat ini, umat muslim sedang menjalani puasa karena memasuki bulan Ramadhan. Sebagai seorang muslim, berpuasa menjadi ibadah yang wajib dilaksanakan, tak terkecuali oleh pemain sepak bola.
Alasan federasi sepak bola memberikan larangan tersebut yaitu, sepak bola tidak boleh diganggu dengan alasan politik, agama, atau ideologis.
Hal tersebut berlaku baik di level klub, pemegang lisensi, hingga wasit sekalipun. Berbeda dengan Liga Inggris, klub sepak bola di sana dinilai ramah tehadap pemain beragama Islam.
Liga Inggris juga memperbolehkan pemain yang beragama Islam interupsi pertandingan untuk pemain batal puasa.
Hal menarik juga terjadi di Liga Italia, tepatnya pada laga Fiorentina menghadapi Inter Milan. Luca Ranieri pemain Fiorentina diduga mengulur waktu dan berpura-pura cedera agar rekan satu timnya bisa berbuka puasa.
Waktu itu Sofyan Amrabat segera berbuka dengan lari menuju pinggir lapangan dan langsung meminum air dan memakan pisang.
Hal tersebut tampaknya bukan menjadi masalah bagi federasi sepak bola Italia. Mengenai larangan federasi sepakbola Prancis itu, publik Prancis terbagi menjadi dua kubu.
Sebagian beranggapan bahwa para pemajn memang harus fokus pada pertandingan. Sementara yang lain menganggap jeda berbuka puasa tentu tidak mengganggu jalannya pertandingan.