Pelatih Al Nassr, Rudi Garcia resmi hengkang dari klub pada Kamis (13/4/2023) lalu. Hal itu dikaitkan dengan rasa bahagia Cristiano Ronaldo yang dikabarkan tak senang dengan mantan pelatihnya itu.
Untuk diketahui, Ronaldo disebut tak suka dengan eks pelatih AS Roma ini. Media Arab Saudi, Okaz menjelaskan bahwa Ronaldo juga menginginkan tambahan pemain baru untuk meningkatkan performa tim. Namun Rudi Garcia tak berkenan.
Muncul rumor bahwa Ronaldo mulai tak senang dengan Rudi Garcia. Bahkan pemecatan Rudi Garcia disebut karena adanya dorongan dari Ronaldo.
Meski sebatas rumor, nyatanya hubungan keduanya tak begitu buruk. Selepas kepergian Rudi Garcia, Ronaldo memberi selamat dan juga mendoakan masa depan mantan pelatihnya di tempat baru nanti.
"Senang sudah bisa bekerjasama dengan Anda. Berharap Anda mendapat yang terbaik di masa depan," ujar Ronaldo dikutip dari Insta Story-nya, Jumat (14/4/2023).
Memotret kiprah Rudi Garcia bersama Al Nassr memang tak bisa dianggap remeh. Di bawah asuhannya, Al Nassr mengemas hasil yang tak buruk-buruk amat.
Hingga pekan ke-23 di mana kompetisi Liga 1 Arab Saudi tersisa tujuh pertandingan lagi, Al Nassr masih berada di peringkat kedua.
Al Nassr sedang berebut tempat dengan Al Ittihad yang ada di puncak klasemen dengan selisih tiga poin. Artinya Al Nassr masih memiliki kans untuk menjuarai Liga Utama Arab Saudi di musim 2022/2023 ini.
Memang secara hasil pertandingan, Al Nassr hanya menang dua kali di lima pertandingan di bawah arahan Rudi. Bisa saja pertimbangan itu yang membuat manajemen menyudahi kontraknya dengan Rudi Garcia.
Selanjutnya, ada nama-nama yang tak asing untuk menjadi pengganti Rudi di Al Nassr. Nama Jose Mourinho disebut-sebut akan merapat ke Arab Saudi.
Gaji yang diawarkannya juga tak tanggung-tanggung yakni sebesar 100 juta euro, atau setara Rp1,6 triliun selama dua tahun menukangi Al Nassr.
Jika tawaran itu diterima Mourinho, ia menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia. Meski begitu, Mourinho masih terikat kontrak denga AS Roma untuk saat ini.