DI Yogyakarta saat ini sudah memasuki musim kemarau, meski beberapa wilayah masih mendapat guyuran hujan, beberapa daerah justru sudah mengalami rentetan musim kemarau ini.
Mengantisipasi adanya kekeringan yang terjadi di wilayah Bantul, BPBD Bantul memperbanyak distribusi air bersih menanggulangi kesulitan air yang kerap terjadi di empat wilayah rawan di Bumi Projotamansari.
Empat wilayah itu antara lain, Kecamatan Dlingo, Imogiri, Pundong dan Piyungan.
Komandan Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengemukakan bahwa prakiraan BMKG terhadap musim kemarau tahun ini akan terasa lebih kering.
Beberapa masyarakat juga menyiapkan antisipasi dengan mengajukan permintaan air bersih, mengingat debit air di wilayah yang disebutkan terus berkurang.
"Misal di daerah Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, dimungkinkan mereka mengajukan permintaan air bersih. Tapi mudah-mudahan tahun ini musim kemarau tak seperti yang diprediksi BMKG," katanya.
Dengan demikian, kata dia, harapannya tidak ada wilayah yang mengalami kekeringan dampak kemarau, meskipun dari pemerintah dan instansi terkait nantinya mempersiapkan droping air bersih ke masyarakat.
"Akan tetapi wilayah-wilayah tersebut yaitu Piyungan, Imogiri, Dlingo dan Pundong itu yang memiliki tingkat kerawanan terkait dengan kebutuhan air bersih," katanya.
Dia mengatakan, musim kemarau pada 2023 yang lebih kering dari biasanya itu karena sesuai prakiraan BMKG dipengaruhi fenomena El Nino, tidak seperti biasa yang dipengaruhi La Nina. Puncak kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus.
Baca Juga: Potensi Cuaca Ekstrem bakal Terjang DIY hingga Awal April, Warga Diminta Waspada
"Saat ini masih musim peralihan sampai awal Mei. Jadi antisipasi sekarang ini masih memantau perkembangan iklim dan cuaca, dan jika ada yang meminta dukungan air bersih, BPBD sudah mempersiapkan," katanya. [ANTARA]