BMKG Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem, yaitu hujan lebat dan angin kencang, yang diprediksi akan terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat kemunculan Siklon Tropis Herman di Samudera Hindia.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono, Siklon Tropis Herman diprediksi akan aktif hingga 4 April 2023 dan akan memengaruhi peningkatan suplai udara di wilayah Jawa,
"Dengan adanya prediksi ini tentu aktivitas awan konvektif relatif meningkat dan memengaruhi terjadinya beberapa kondisi cuaca yang cukup ekstrem di wilayah Jawa dan Yogyakarta," kata Warjono dikutip dari Antara, Jumat (31/3/2023).
BMKG Yogyakarta juga berkoordinasi antar instansi, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY. Pemangkasan pohon juga diminta untuk dilakukan.
Hal itu juga sebagai upaya antisipasi agar tidak ada yang menjadu korban.
"Masyarakat kami imbau untuk lebih waspada dan melakukan pemangkasan pohon. Terutama pohon yang lapuk dan terancam roboh," terang dia.
Dirinya juga memperingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon atau baliho ketika terjadi hujan lebat.
Warjono juga mengatakan bahwa pertumbuhan awan konvektif berpotensi membawa dampak cuaca ekstrem. Hal itu juga biasa terbentuk di sebelah barat Gunung Merapi, terutama di wilayah Salaman, Kabupaten Magelang atau wilayah Turi, Sleman.
Baca Juga: Terkendala Cuaca, Proses Evakuasi Heli Jatuh Rombongan Kapolda Jambi Berhenti Sementara