Survei LSN: Prabowo Bertahan di Puncak Elektabilitas Ungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Suara Joglo

Kamis, 04 Mei 2023 | 18:24 WIB
Survei LSN: Prabowo Bertahan di Puncak Elektabilitas Ungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan
Kolase Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan ((Instagram/ganjarpranowo/prabowo/aniesbaswedan))

Lembaga Survei Nasional (LSN) mengungkapkan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto dalam survei yang dilakukannya berhasil mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Para responden ditanyakan 'seandainya Pemilu dilaksanakan hari ini, siapakah yang akan Anda pilih sebagai presiden dari tokoh-tokoh di bawah ini?'. Hasilnya, apabila Pilpres dilaksanakan saat ini Prabowo Subianto akan keluar sebagai pemenang dengan elektabilitas 31,8 persen.

"Dengan demikian, Prabowo tetap bertahan di puncak elektabilitas, bahkan menunjukkan tren yang terus menanjak," ujar Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry di Jakarta, Kamis.

Berikut ini hasil survei terkait elektabilitas bakal calon presiden (capres) apabila Pilpres dilaksanakan saat ini: Prabowo Subianto 31,8 persen, Ganjar Pranowo 18,6 persen, Anies Baswedan 18,2 persen, Ridwan Kamil 6,5 persen, Erick Thohir 4,2 persen, dan Sandiaga Uno 2,8 persen.

Nama calon lain, Mahfud MD 2,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,4 persen, Muhaimin Iskandar 2,3 persen, Puan Maharani 2,1 persen, Airlangga Hartarto 1,8 persen dan tidak tahu 6,8 persen.

Dari hasil survei tersebut tercatat tiga tokoh yang memiliki elektabilitas teratas yakni Prabowo Subianto 31,8 persen responden, Ganjar Pranowo 18,6 persen dan Anies Baswedan 18,2 persen responden.

Adapun elektabiltas Ganjar Pranowo hanya berkisar 18,6 persen, sebab ia dipersepsikan publik sebagai penyebab dibatalkannya Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20.

"Posisi Ganjar bahkan terancam tergusur oleh Anies Baswedan yang memiliki elektabilitas 18,2 persen.

Dukungan PDI Perjuangan ternyata tidak serta merta mendongkrak elektabilitas Ganjar Pranowo," kata Gema.

baca juga

Selain itu, responden juga diberi pertanyaan simulasi capres Pemilu 2024 apabila hanya diikuti tiga calon presiden yaitu Prabowo, Ganjar, Anies. Pertanyaannya, "seandainya Pemilu 2024 hanya diikuti tiga calon presiden di bawah ini siapakah yang Anda pilih?".

Berdasarkan simulasi yang dilakukan LSN, apabila Pilpres hanya diikuti tiga orang tokoh saja maka Prabowo Subianto akan keluar sebagai pemenang dengan elektabilitas 36,5 persen.

Menurut dia, Prabowo unggul sangat signifikan dari dua kompetitor utamanya, yakni Ganjar Pranowo yang hanya dipilih oleh 25,8 persen dan Anies Baswedan 24,6 persen. Lalu, sebanyak 13,1 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan LSN.

Selanjutnya, responden juga diberikan pertanyaan 'seandainya Pilpres 2024 hanya diikuti dua calon presiden, yakni Ganjar Pranowo Vs Prabowo Subianto, siapakah yang akan Anda pilih?'. Hasil survei LSN menunjukkan bahwa Prabowo Subianto akan keluar sebagai pemenang apabila Pilpres hanya diikuti dua calon.

"Sebanyak 51,6 persen responden mengaku akan memilih Prabowo jika Pilpres dilaksanakan saat ini dan hanya diikuti dua capres," ucapnya.

Ganjar Pranowo dipilih oleh 38,5 persen responden alias tertinggal sangat signifikan dari elektabilitas Prabowo Subianto. Sekitar 9,9 persen mengaku belum bisa memilih salah satu di antara kedua tokoh tersebut.

Kemudian, responden diberikan pertanyaan lainnya ' seandainya Pemilu 2024 hanya diikuti dua calon presiden, yakni Prabowo Subianto Vs Anies Baswedan, siapakah yang akan Anda pilih?'. Hasil survei LSN menunjukkan bahwa Prabowo Subianto tetap akan keluar sebagai pemenang apabila Pilpres hanya diikuti dua calon.

Sebanyak 56,4 persen responden mengaku akan memilih Prabowo jika Pilpres dilaksanakan saat ini dan hanya diikuti dua capres. Anies Baswedan dipilih oleh 37,2 persen responden alias tertinggal sangat jauh dari elektabilitas Prabowo Subianto.

Ada pula 6,4 persen responden belum bisa memilih salah satu diantara kedua tokoh tersebut.

Responden juga diberi pertanyaan yang berbunyi "Seandainya Pemilu 2024 hanya diikuti dua calon presiden, yakni Ganjar Pranowo Vs Anies Baswedan, siapakah yang akan Anda pilih?". Apabila Pilpres hanya diikuti dua calon, sulit diprediksi siapa pemenangnya.

Selisih elektabilitas kedua capres sangat tipis. Sebanyak 40,2 persen responden mengaku akan memilih Ganjar Pranowo jika Pilpres dilaksanakan saat ini dan hanya diikuti dua capres.

Sementara itu, Anies Baswedan dipilih oleh 39,6 persen responden alias hanya terpaut 0,6 persen sehingga secara metodologi posisi keduanya bisa terbalik. Sebanyak 20,2 persen mengaku belum bisa memilih salah satu di antara kedua tokoh tersebut.

Di sisi lain, survei LSN juga memberi pertanyaan terkait siapa tokoh nasional yang kemungkinan besar akan mendapatkan dukungan atau endorsement dari Presiden Jokowi untuk menjadi Capres 2024?. Hasilnya 43,6 persen responden meyakini bahwa Presiden Jokowi akhirnya akan menjatuhkan dukungan atau endorsement-nya kepada Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden RI 2024-2029.

Kemudian sebanyak 32,3 persen responden menyatakan keyakinan bahwa endorsement Presiden Jokowi tersebut akan diberikan kepada Ganjar Pranowo yang telah diusung oleh PDI Perjuangan. Sedangkan, tokoh lain yang dalam persepsi publik juga mungkin mendapat dukungan dari Presiden Jokowi adalah Erick Thohir 8,5 persen, Mahfud MD 5,2 persen dan Airlangga Hartarto 1,2 persen.

Survei tersebut dilakukan pada periode 25 April hingga 2 Mei 2023 pada 34 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi survei tersebut merupakan WNI yang telah berusia 17 tahun dan memiliki KTP.

Dalam survei ini terdapat 1.230 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak sistematis, margin of error +/- 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara via telepon.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada 10 Nama Cawapres Tengah Masuk Radar PDIP untuk Dampingi Ganjar di Pilpres 2024

Ada 10 Nama Cawapres Tengah Masuk Radar PDIP untuk Dampingi Ganjar di Pilpres 2024

Kotak Suara | Kamis, 04 Mei 2023 | 17:39 WIB

6 Ketum Parpol Kumpul di Istana, Demokrat Curiga Jokowi Mau Tersangkakan Anies

6 Ketum Parpol Kumpul di Istana, Demokrat Curiga Jokowi Mau Tersangkakan Anies

Kotak Suara | Kamis, 04 Mei 2023 | 16:26 WIB

Aksi Ketum Partai Buruh Cium Tangan Ganjar Bikin Heran: Padahal Pak Gub Pro Omnibus Law

Aksi Ketum Partai Buruh Cium Tangan Ganjar Bikin Heran: Padahal Pak Gub Pro Omnibus Law

Kotak Suara | Kamis, 04 Mei 2023 | 16:06 WIB

Terkini

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:24 WIB

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:07 WIB

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:00 WIB

×