Indonesia merupakan negara yang menganut agama Islam terbanyak, tak heran perayaan yang ada di kalender Hijriyah menjadi momen penting bagi umat muslim.
Pergantian kalender Hijriyah, 1 Muharram merupakan yang dinantikan setiap tahunnya. Tradisi perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga menjadi ajang untuk menguatkan ikatan sosial, saling bermaafan, dan merenungkan makna dari perjalanan hidup.
Berikut beberapa tradisi di Indonesia dalam menyambut 1 Muharram.
Berpuasa
Dalam perayaan Tahun Baru Islam, ada dua puasa sunnah yang umum dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia, yaitu puasa Tasu'a dan puasa 'Ashura. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada hari kesembilan Muharram, sedangkan puasa 'Ashura dilaksanakan pada hari kesepuluh Muharram.
Kenduri
Beberapa wilayah di Indonesia, umat Muslim juga merayakan Tahun Baru Islam dengan mengadakan kenduri atau jamuan bersama. Masyarakat saling berkumpul, menyantap hidangan tradisional, dan saling berbagi kebahagiaan dalam suasana yang penuh keakraban.
Ziarah
Selain kenduri dan berpuasa, biasanya umat muslim melakukan ziarah ke makam para ulama, wali, atau tokoh-tokoh agama pada hari-hari awal Muharram. Ziarah ini dianggap sebagai bentuk penghormatan dan peneladanan atas kehidupan mereka yang telah berjuang dalam menyebarkan ajaran Islam.
Tabuik
Tradisi Tabuik ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Sumatera Barat. Tradisi unik ini dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan menggambarkan peringatan atas kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain. Tabuik adalah replika bangunan yang terbuat dari bambu dan dihias dengan kain warna-warni.