Sejumlah pemain diaspora mengaku siap membela Timnas Indonesia untuk menghadapi Piala Dunia U-17. Salah satunya yakni Gabriel Han Willhoft-King.
Pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia dari sang ayah dan China dari ibunya ini diketahui masuk daftar pemain diaspora yang dipersiapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia menghadapi Piala Dunia U-17.
Terkini, ia bersama pemain diaspora lainnya yakni Igor Sanders secara tegas mengaku siap untuk membela skuat Garuda Asia. Mereka pun bersiap untuk mengikuti seleksi jelang persiapan Piala Dunia U-17.
Lalu siapakah sosok Gabriel Han Willhoft-King yang kini siap bela Timnas Indonesia ini?
Berikut faktanya.
Gelandang Bertahan
Pemain kelahiran London, Inggris ini punya posisi sebagai gelandang bertahan di akademi Tottenham Hotspur U-18.
Meski begitu, ia juga tak jarang dimainkan sebagai gelandang tengah.
Cetak 2 gol
Walau berposisi sebagai gelandang bertahan, King punya insting cetak gol yang tak bisa diremehkan.
Tercatat ia sudah mencetak dua gol pada Premier League U-18 musim 2022/2023.
Langganan Pemain Inti
Bergabung bersama Tottenham U-18 sejak 2021, pemain berusia 17 tahun ini tercatat sudah memainkan sebanyak 25 laga. Termasuk di antaranya empat laga di ajang FA Youth Cup.
Di musim ini, ia sudah berlaga sebanyak 8 kali sebagai pemain inti serta 5 kali sebagai pemain pengganti.
Pernah Berseragam Timnas Inggris
Willhoft-King diketahui pernah berseragam Timnas Inggris. Ia tercatat kerap mendapat panggilan untuk membela skuat the Three Lion U-16.
Meski begitu ia baru bermain sebanyak dua kali bersama Timnas Inggris yakni saat melakoni uji coba kontra Turki dan Skotlandia.
Salah Satu Pemain Terbaik
Walau jarang tampil bersama Timnas Inggris, Willhoft-King bukanlah pemain sembarangan. Ia bahkan masuk daftar The Guardian The Generation 2022.
Terdapat sebanyak 20 pemain yang masuk daftar tersebut, di antaranya wonderkid Liverpool Ben Doak.
Siap Bela Timnas Indonesia
Willhoft-King mengaku siap membela Timnas Indonesia di ajang Piala Dunia U-17.
Kesediaan itu bahkan sangat didukung penuh orang tuanya.
Meski begitu, ia dan sejumlah pemain diaspora wajib melakoni seleksi.
Pelatih Bima Sakti pun menegaskan takkan pilih kasih, pemain yang lolos seleksi harus punya kualitas dan konsistensi di lapangan.