Ucapan politikus senior PDIP, Panda Nababan, yang menyebut Wali Kota Solo, Gibran masih ‘anak ingusan’ menuai polemin di tengah masyarakat. Bukan hanya netizen, Ketua DPP PSI, Ariyo Bimo pun geram menanggapi ucapan Panda.
Ungkapan Panda itu terlontar ketika menanggapi diskusi perihal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai usia presiden jika di bawah 40 tahun.
Awalnya, politikus senior PDIP itu menyebut Gibran selaku Wali Kota Solo belum pantas jika maju Pilpres 2024. Sebab, Gibran masih harus banyak belajar di dunia politik.
Mendapati hal itu, Gibran menanggapinya dengan serius. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu hanya mengkhawatirkan, kalimat Panda Nababa itu justru menjadi boomerang bagi partainya sendiri.
“Ini kan yang nonton anak-anak muda semua ini, ini bukan milenial ini, ini gen Z semua ini,” ujar Gibran, dikutip dari unggahan @Joko_7055,”
“Saya cuma takut jangan sampai diksi-diksi seperti itu nanti membuat anak-anak muda seperti ini jadi antipati ke partai. Saya cuma takut itu aja,” lanjutnya.
Meski begitu, Gibran mengaku respect terhadap para senior yang telah mengkritiknya itu.
“Tapi intinya saya respect ke beliau. Beliau-beliau ini senior, ilmunya luar biasa,” ungkap Gibran.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa statement semacam itu dikhawatirkan akan membuat anak-anak muda apatis terhadap dunia politik. Bahkan, Gibran menakutkan anak-anak muda sepertinya merasa dikucilkan dalam politik.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Kwangya Jakarta, Surganya Pecinta Idol SM Entertainment!
“Kita kan juga lagi gencar-gencarnya mbak, anak muda yang mungkin masih SMA, pertama kalinya nyoblos tahun depan, jangan sampai apatis, jangan sampai golput,” ujar Gibran.
“Ya ini kan pasar saya semua ini kan, jangan sampai mereka jadi, loh kok gitu ya sama anak muda, kit jadi gimana gitu,” pungkasnya.