Shin Tae-yong ternyata pernah didekati Timnas Thailand sebelum melatih skuad Garuda. Federasi Sepakbola Thailand (FAT) sempat melobi agar pelatih asal Korea Selatan bergabung.
Tawaran tersebut datang setahun usai Piala Dunia 2018. Timnas Thailand yang saat itu tak punya pelatih usai memecat Milovan Rajevac menginginkan Shin Tae-yong.
Namun, negoisasi antara FAT dengan Shin Tae-yong tidak menemui kata sepakat.
Akhirnya, FAT memilih menunjuk pelatih asal Jepang, Akira Nishino sebagai pelatih kala itu.
Sementara itu, Shin Tae-yong tetap memantau sepak bola Asia Tenggara kendati gagal melatih Thailand. Dia mengaku semakin tertarik dengan sepak bola di Asia Tenggara setelah itu.
“Awalnya saya minat menjadi pelatih Thailand dan hampir menandatangani kontrak, namun batal. Tapi, sejak itu saya mulai memantau perkembangan sepak bola Asia Tenggara,” ujar Shin Tae-yong dalam News1 dikutip dari Suara.com, Selasa (1/8/2023).
Setelah itu, datanglah tawaran untuk Shin Tae-yong dari PSSI. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI kala itu, Ratu Tisha Destria datang melobinya melalui Federasi Sepakbola Korea Selatan (KFA).
Pendatan yang dilakukan PSSI sempat mendapat gangguan dari klub asal China, Shenzhen FC.
Terang saja, manajemen Shenzhen FC membawa tawaran yang cukup menggiurkan, yakni USD3 juta (sekira Rp45 miliar) setahun.
Akan tetapi, Shin Tae-yong justru menerima pinangan PSSI yang menyiapkan kontrak empat tahun dengan bayaran USD 1 juta per tahun (sekira Rp15 miliar).
Kini, kontrak Shin Tae-yong mendekati akhir. Selama empat musim membesut Timnas Indonesia, dia berhasil menaikkan peringkat FIFA dan lolos ke Piala Asia 2023.