Arah politik PKB dan Gerindra akhir-akhir ini dipertanyakan. Hal itu menyusul manuver tak terduga Ketum PKB, Muhaimin Iskandar yang beberapa kali menghadiri dan bertemu tokoh PDI Perjuangan.
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan saat menghadiri acara PKB di Medan pada Rabu (2/8/2023).
Dalam pernyataannya, dia menyebut tentang individu yang tidak jelas dalam sikap politiknya, dengan mengatakan, "lu 11 aku 12, lu gak jelas gua lepas".
Menariknya, Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab dipanggil Cak Imin, juga mengulangi pernyataan Jazilul.
Cak Imin mengingat kisah Arab tentang jubah dan seorang pencopet perempuan. Dalam ceritanya, ada seseorang yang mengenakan jubah, dan seorang pencopet perempuan mencoba meraih ke dalam saku jubah tersebut, hanya untuk menemukan bahwa saku jubahnya bolong.
"Ternyata saku jubahnya bolong sampai ke situ, jadi si pencopet langsung bisa meraih sesuatu dari dalamnya. Orang yang memakai jubah itu berkata, 'Kalau kamu lepas, aku akan berteriak'," jelasnya dikutip Suara.com, Kamis (3/8/2023).
Cak Imin berpendapat bahwa pernyataan Jazilul terinspirasi dari kisah Arab tersebut. Dia dengan santai membandingkannya dengan situasi yang kemarin dilontarkan.
"Kalau lu lepas, gua teriak. Kalau ini beda lagi, 'lu kagak jelas, gua lepas'. Ternyata dari situ," kata Cak Imin.
Seperti diketahui, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) hingga saat ini belum mau mengumumkan cawapresnya.
Baca Juga: Alasan Nikita Mirzani Dukung Prabowo Subianto daripada Ganjar atau Anies di Pilpres 2024
Gerindra dan PKB sendiri sudah mendeklarasikan bahwa Prabowo Subianto adalah capres yang diusung pada Pemilu 2024 nanti.
Kendati begitu, Ketum Gerindra sendiri masih mengurungkan niat untuk memastikan cawapres yang akan dipilih.
Dalam klausul perjanjian keduanya, memang capres nantinya adalah Prabowo Subianto dan cawapresnya adalah Cak Imin. Meski begitu, hal itu belum dipastikan oleh KKIR.