PSSI telah memutuskan nasib Uston Nawawi di Persebaya. Induk organisasi sepak bola tanah air itu menolak permintaan Bajul Ijo yang ingin mengangkat karteker menjadi pelatih kepala.
Penolakan PSSI tertulis dalam surat resmi yang diteken Sekjen PSSI Yunus Nusi pada 30 Agustus 2023. "Dengan ini kami sampaikan bahwa permohonan pengesahan Sdr Uston Nawawi sebagai pelatih kepala klub Persebaya belum dapat disetujui," bunyi surat tersebut.
Artinya, Persebaya harus segera mendaftar pelatih kepala sebelum laga melawan Madura United pada 17 September 2023. Apabila klub asal Surabaya itu tak kunjung memiliki pelatih, maka terancam denda Rp100 juta.
Penolakan tersebut mendapat perhatian dari pendukung Persebaya. Melalui media sosial mereka menyayangkan sikap manajemen Persebaya yang bersikukuh berharap Uston Nawawi bisa menjadi pelatih kepala.
Padahal sudah jelas berdasarkan regulasi tidak bisa. Karena Uston Nawawi belum memiliki lisensi AFC pro seperti yang disyaratkan untuk melatih tim Liga 1.
"Jelas-jelas aturan e gak oleh sek ngengkel aeee yah Yahya," tulis akun @sta********** dalam unggahan Instagram @bonek.pedia dilansir dari denpasar.suara.com.
"Senengane coba-coba, kalau sudah tau aturannya ya angan dicoba buat melanggar. Efisiensi yo efisiensi, tapi yo ojok medit/pelit," tambah akun bernama @sat**************.
"Kan itu udah ada peraturannya kenapa sih dilanggar, udah aja cari yang grade a langsung pelatihnya biarkan Uston sekolah lisensi dulu biar lebih baik lagi," tulis akun @fi*******.
Isu yang berkembang, sejumlah nama dikait-kaitkan dengan Persebaya. Mulai dari Divaldo Alves, Paul Munster, Mario Gomez, hingga Luis Milla.
Baca Juga: Ini Manfaat dan Efek Samping Kapulaga bagi Kesehatan Tubuh