Suara Joglo - Bek Timnas Indonesia, Shane Pattynama, mempunyai harapan besar terkait perjalanan yang jauh yang telah ia tempuh dalam rangka persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ia menginginkan peran sebagai pemain utama saat Timnas Indonesia bersua dengan Brunei Darussalam pada tanggal 12 Oktober 2023.
Shane Pattynama termasuk dalam daftar 26 pemain yang dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Shane melakukan perjalanan yang melelahkan untuk merespons panggilan dari skuad Garuda. Ia baru saja menyelesaikan pertandingan untuk Viking FK dalam laga tandang di Skien pada tanggal 7 Oktober 2023.
Setelah itu, Shane akan terbang menuju Jakarta, Indonesia, pada Minggu pagi tanggal 8 Oktober 2023 setelah singgah sejenak di Oslo.
"Saya akan menempuh perjalanan tersebut. Sekarang, saya akan menuju Oslo, bermalam di sana, dan berangkat ke Jakarta pada pukul 9 pagi besok, total perjalanan selama 22 jam," ungkap Shane Pattynama dalam wawancara di kanal YouTube Vikingpodden.
Shane Pattynama menyadari bahwa perjalanan panjang ini dapat mempengaruhi persiapannya untuk membela Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ia mengkhawatirkan kondisi fisiknya karena harus menjalani perjalanan jauh dan langsung bermain.
"Tentu saja, kondisi ini tidak ideal karena saya akan tiba di hotel cukup larut dan harus bangun lebih awal, sulit untuk mendapatkan tidur yang cukup setelah pertandingan," jelaskan Shane Pattynama.
"Selain itu, ada faktor jet lag dan segala macam yang akan membuatnya cukup sulit. Namun, ini adalah sesuatu yang harus saya atasi. Saya tidak memiliki pilihan lain selain untuk menghadapinya dan harus siap untuk bermain," tambah pemain berusia 25 tahun itu.
Shane Pattynama berharap bahwa pengorbanannya untuk memenuhi panggilan Timnas Indonesia tidak akan sia-sia. Ia sangat ingin bermain pada kedua laga melawan Brunei Darussalam.
Baca Juga: Dengar Kabar PSI Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra Tak Mau Geer Duluan
"Saya berharap dapat bermain. Saya harus melihat bagaimana kondisi saya setelah mendarat karena pendaratan saya dijadwalkan pada 9 atau 10 Oktober, dan pertandingannya pada 12 Oktober," ujar Shane.
"Jadi, kita lihat saja nanti hasilnya. Yang pasti, saya berharap dapat berperan sebagai pemain inti, tetapi itu tergantung pada keputusan pelatih," tutur Shane dengan optimisme.