Taruhan Alphard Saat Prediksi Anies Bakal Gagal Nyapres, Geisz Chalifah: Analisa Politik Hasan Nasbi Tidak Kapabel

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 01 Februari 2023 | 17:22 WIB
Taruhan Alphard Saat Prediksi Anies Bakal Gagal Nyapres, Geisz Chalifah: Analisa Politik Hasan Nasbi Tidak Kapabel
Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah, kembali menyinggung soal taruhan mobil Alphard yang sempat disampaikan Pendiri Cyrus Network dan Pengamat Politik Hasan Nasbi. (Suara.com/Toni Hermawan)

Suara.com - Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah, kembali menyinggung soal taruhan mobil Alphard yang sempat disampaikan Pendiri Cyrus Network dan Pengamat Politik Hasan Nasbi.

Pada Juni 2022 lalu, Hasan memprediksi Anies tak akan bisa menjadi Calon Presiden (Capres). Namun kekinian Anies telah mendapatkan dukungan dari PKS, NasDem, dan Demokrat, alias memenuhi syarat dengan lebih dari 20 persen kursi parlemen.

Meski Hasan sempat bertaruh Alphard, Geisz tidak berniat menagihnya. Namun, ia mempertanyakan kapabilitas dari Hasan selaku pengamat politik dalam melakukan analisa politik.

"Yang penting itu adalah analisa politiknya berarti selama ini memang tidak kapabel, iya kan dia pengamat politik. Berarti analisanya dia tidak nyambung," ujar Geisz saat dikonfirmasi, Rabu (1/1/2023).

Soal taruhan Alphard, Geisz sebenarnya sempat ingin menerima tantangan itu karena sudah yakin Anies bakal dapat tiket Capres. Namun, ia mengurungkan niat karena tak mau dianggap angkuh.

"Saya waktu itu cuma tidak mau terlibat dalam keangkuhan saja, walaupun saya yakin, tapi yaudahlah saya tidak melayani. Memang itu orang over PD (Percaya Diri) dan berlebihan," ucapnya.

Selebihnya, ia mengaku senang dengan dipenuhinya syarat ambang batas atau presidential thereshold 20 persen setelah ketiga partai itu menyatakan secara resmi mendukung Anies. Ia yakin partai lain pun dalam waktu dekat juga akan ikut bergabung.

"Itu menyenangkan ya, menggembirakan, dengan adanya tiga partai sudah deklarasi resmi kepada pak Anies itu Insyaallah pak Anies bisa lolos lah sebagai bakal calon Presiden," pungkasnya.

Sebut Kans Anies Capres Kecil

baca juga

Sebelumnya, Pendiri Cyrus Network dan Pengamat Politik, Hasan Nasbi mengatakan kans eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjadi Calon Presiden (Capres) sangat kecil. Bahkan, ia berani bertaruh mobil Alphard atas prediksinya ini.

Menurut Hasan, berdasarkan kalkulasi perkiraan koalisi saat ini, Anies yang tak punya partai akan sulit untuk diusung. Kesempatan Anies disebutnya hanya ada di Calon Wakil Presiden (Cawapres).

"Kalau mau jadi Capres berat. Dari semua sisi, kalkulasi matematikanya susah. Tapi kalau jadi Cawapres masih mungkin," ujar Hasan saat acara diskusi Total Politik bertajuk Anies-Ganjar di Tikungan Koalisi, Minggu (19/6/2022).

Mendengar pernyataan Hasan, Co-Host Diskusi, Arie Putra menantang Hasan taruhan atas prediksinya itu. Hasan pun menyanggupinya.

Ketum Nasdem Surya Paloh, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu memberi dukungan kepada Anies Baswedan maju nyapres 2024. (foto dok Anies)
Ketum Nasdem Surya Paloh, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu memberi dukungan kepada Anies Baswedan maju nyapres 2024. (foto dok Anies)

"Boleh taruhan, taruhan (mobil) Alphard," kata Hasan disambut tawa para narasumber dan undangan.

Hasan menjelaskan, kemungkinan Anies untuk menjadi Capres kecil karena tak punya tempat di koalisi partai. PDIP yang sudah memenuhi presidential thereshold atau ambang batas minimal mengusung Capres 20 persen kemungkinan mendorong Ganjar Pranowo atau kadernya yang lain.

Pemegang suara terbanyak kedua, Gerindra juga pasti menjadi pemimpin koalisi karena mengusung Prabowo Subianto. Selanjutnya, Koalisi Indonesia Bersatu yang berisi Golkar, PPP, dan PAN juga kemungkinan akan mengusung Airlangga Hartarto.

Ada juga Koalisi Semut Merah yang beranggotakan Demokrat, PKB, dan PKS juga kemungkinannya kecil mengusung Anies.

Sisanya, NasDem yang sudah jelas ingin mengusung Anies dan partai menengah lainnya juga disebutnya hanya akan mengekor ke pimpinan koalisi yang sudah ada.

"Kan sekarang yang mengusungkan coba lihat, Nasdem sama PKS lah. PKS sama Nasdem itu menurut saya hanya bisa mengusulkan Calon Wakil Presiden, bukan Calon Presiden," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surya Paloh Temui Airlangga di Kantor Golkar, Muncul Tawaran Duet Airlangga-Anies untuk 2024?

Surya Paloh Temui Airlangga di Kantor Golkar, Muncul Tawaran Duet Airlangga-Anies untuk 2024?

Kotak Suara | Rabu, 01 Februari 2023 | 17:11 WIB

CEK FAKTA: Ridwan Kamil Ambil Alih Posisi Ketua Umum Partai Golkar, Benarkah?

CEK FAKTA: Ridwan Kamil Ambil Alih Posisi Ketua Umum Partai Golkar, Benarkah?

Metro | Rabu, 01 Februari 2023 | 16:57 WIB

Berikut Isi Perjanjian Kesepakatan Golkar dan Nasdem Usai Bertemu

Berikut Isi Perjanjian Kesepakatan Golkar dan Nasdem Usai Bertemu

Serang | Rabu, 01 Februari 2023 | 15:59 WIB

Kantongi Suara 3 Partai, Anies Baswedan Sudah Cukup Modal Penuhi Presidential Threshold?

Kantongi Suara 3 Partai, Anies Baswedan Sudah Cukup Modal Penuhi Presidential Threshold?

Kotak Suara | Rabu, 01 Februari 2023 | 15:58 WIB

Terikat Kontrak Politik dengan Prabowo, Anies Dinilai Bakal Problematik Jika Nekat Maju Pilpres

Terikat Kontrak Politik dengan Prabowo, Anies Dinilai Bakal Problematik Jika Nekat Maju Pilpres

Metro | Rabu, 01 Februari 2023 | 15:55 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×