Suara.com - Partai Demokrat menanggapi maraknya usulan Gibran Rakabuming Raka untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, dukungan tersebut tidak muncul begitu saja tanpa adanya peluang atau kesempatan.
"Ya, menurut saya tidak serta-merta pada akhirnya akan muncul beberapa dukungan atas seseorang kalau tidak ada opportunity-nya," kata Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/10/2023).
Adapun peluang Gibran menjadi cawapres terbuka melalui gugatan batas minimal usia capres dan cawapres di Mahkamah Konstitusi (MK). Apabila gugatan itu dikabulkan, tentu peluang Gibran menjadi cawapres Prabowo kian terbuka.
"Kalau Mas Gibran mungkin saat ini masih sangat tergantung pada putusan MK," kata Herman.
Herman menyoroti adanya dua pengajuan gugatan terkait batas usai capres cawapres di MK. Pertama, gugatan yang meminta batas usia capres cawapres diturunkam menjadi 35 tahun. Kedua gugatan yang meminta batas maksimal usia capres dan cawapres 70 tahun.
Menurut Herman, keputusan MK nantinya bisa saja mengembalikan pengubahan tersebut kepada pembuat undang-undang.
"Artinya bahwa MK akan mengembalikan seusai undang-undang atau kah kemudian ada keputusan sebagian ya keputusan sebagian ya itu sangat tergantung juga kepada keputusan Mahkamah Konstitusi," kata Herman.

Tetapi bagi Demokrat, apapun pilihan cawapres Koalisi Indonesia Maju nantinya dikembalikan kepada Prabowo.
"Urusan cawapres, Demokrat konsisten bahwa diserahkan kepada Pak Prabowo. Siapa pun yang akan dipilih Pak Prabowo, Demokrat akan bekerja sungguh-sungguh untuk memenangkan Pak Prabowo menjadi presiden," kata Herman.
"Jadi silakan aja wacana itu berkembang dan apakah nanti jatuh pilihan kepada Pak Airlangga, kepada Pak Erick Thohir, Gibran, atau Bu Khofifah yang saat ini ada 4 menguat sebagai kandidat cawapres," tandasnya.
Empat Nama Menguat jadi Cawapres
Prabowo Subianto bakal meminta pandangan dari setiap partai politik di Koalisi Indonesia Maju terkait sosok calon wakil presiden yang akan ia pilih.
Prabowo disebut akan mendengarkan masukan dari pimpinan-pimpinan partai sebelum akhirnya ia mengambil keputusan.
"Kami juga mendengar Bapak Prabowo Subianto akan meminta sekaligus mendengarkan pandangan dari pimpinan tiap-tiap parpol anggota Koalisi Indonesia Maju sebelum beliau memutuskan siapa Cawapres yang akan dipilih," kata Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Selasa (10/10/2023).
Kekinian, disampaikan Herzaky, ada empat kandidat cawapres yang menguat.
Nama-nama kandidat cawapres Prabowo itu, di antaranya Airlangga Hartarto yang diusung oleh Partai Golkar, Erick Thohir yang diusung oleh Partai Amanat Nasional, dan dua nama lain dari unsur kepala daerah.
"Gibran Rakabuming, Wali Kota Solo; Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur," kata Herzaky.
Nantinya, Prabowo akan membahasa bersama dengan Koalisi Indonesia Maju perihal pilihan-pilihan tersebut, sebelum dikerucutkan menjadi satu nama.
"Tentu saja, kami dari Partai Demokrat juga akan memberikan pertimbangan dan masukan ketika hal tersebut diminta. Tapi tentu saja, bagi Partai Demokrat, Bapak Prabowo-lah yang akan memutuskan siapa cawapresnya nanti," kata Herzaky.
Demokrat berharap, siapapun cawapres yang dipilih Prabowo, dia adalah orang yang tepat dan membawa kemenangan bagi Koalisi Indonesia Maju.