Debat Perdana Bikin Capres Kepanasan Hingga Capek Berdiri, TKN Fanta Soroti Format KPU

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 15 Desember 2023 | 10:32 WIB
Debat Perdana Bikin Capres Kepanasan Hingga Capek Berdiri, TKN Fanta Soroti Format KPU
Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda atau TKN Fanta Prabowo-Gibran, Rahayu Saraswati. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda atau TKN Fanta Prabowo-Gibran, Rahayu Saraswati menilai format debat perdana calon presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum maksimal. Ia menyarankan format lain untuk lebih mengulik gagasan masing-masing calon.

Ia menegaskan apa yang menjadi sarannya bukan sebatas mewakili pribadi sendiri maupun TKN Prabowo-Gibran. Lebih dari itu, masukan terkait format debat ini datang dari mereka kalangan generasi muda.

Pertama, hal yang disorot pada debat perdana ialah format dbetar yang berlangsung di halaman KPU RI. Saraswati mengatakan suasana di area tersebut cenderung panas. Mengingat keterbatasan area dan banyaknya orang.

Hal ini berdasarkan pengalaman dirinya ketika hadir di tempat serupa dalam acara pengundian nomor urut paslon.

"Itu panasnya minta ampun. Jadi saya bisa membayangkan bahwa itu mungkin menimbulkan ketidaknyamanan," kata Saraswati kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/12/2023).

Saraswati menegaskan tentu ketidaknyamanan bukan hanya dirasakan Prabowo Subianto, melainkan dua capres lain, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

"Bukan hanya saya bicara tentang Pak Prabowo tapi untuk semua capres, untuk semua paslon menurut saya itu agak enggak fair gitu ya," kata Saraswati.

Ketidaknyamanan bukan hanya dari suasana tempat yang panas, bisa jadi ketiga calon tidak nyaman lantaran harus berdiri terus selama mengikuti sesi debat.

"Belum lagi ketiga capres tiga capres ini diminta untuk berdiri, tidak ada kursi, tidak ada istirahat pada saat yang lainnya berbicara," kata Saraswati.

baca juga

Saraswati menyoroti sekaligus terkait format debat dari segi bagaimana pertanyaan-pertanyaan disampaikan hingga durasi yang sebentar. Menurutnya dengan menghadirkan ketiganya langsung bersamaan dan dibatasi waktu kurang lebih tiga menit, masing-masing paslon tidak biaa maksimal mendalami gagasan satu sama lain.

Saraswati mengatakan untuk orang yang memiliki kecerdasan saja belum tentu punya kemampuan untuk merangkum semua pemikiran dengan lancar dalam waktu tiga atau empat menit.

"Jadi mungkin ini bisa menjadi bahan masukan, siapa tahu masih bisa mengubah untuk ke depannya. Menjadi bahan pertimbangan dari KPU sendiri bagaimana untuk adanya mungkin bisa bentuknya town hall. Town hall meeting di mana para pakar atau perwakilan dari lintas generasi bisa menanyakan dan mendalami visi, misi, gagasan setiap paslon sendiri-sendiri," tuturnya.

"Bukan dalam bentuk podcast, bukan dalam bentuk diskusi, tapi lebih ke townhall meeting yang memang itu formal tanpa terlalu membatasi waktu untuk paslon berbicara. Mungkin bisa diperpanjang, karena enggak harus bergantian," sambungnya.

Tanya-Jawab Kurang Efektif

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini berpandangan sesi tanya jawab antara sesama paslon bisa jadi kurang efektif. Mengingat pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan tidak berkaitan dengan gagasan.

Sebaliknya bila masing-masing paslon fokus terhadapan pembahasan gagasan selama sesi tanya jawab, tentu sesi ini efektif dilakukan.

"Kalau jadinya menggunakan untuk menyerang, mengkritik dan istilahnya nyinyir, menurut saya itu enggak efektif, dan selama ini kan kita lihat lebih ke arah situ dibandingkan mendalami gagasan," kata Saraswati.

Saraswati melihat sejauh ini sesi tersebut tidak dipergunakaan untuk memberikan tanggapan atas gagasan hingga visi misi yang dibawa oleh paslon. Melainkan dimanfaatkan untuk menjatuhkan calon.

"Jadi istilahnya bukan constructive criticism tapi lebih kepada bagaimana saya bisa men-downgrade lawan saya dan itu yang saya bilang bahwa banyak anak-anak muda sudah tidak tertarik dengan yang seperti itu. Apalagi kebanyakan yang nonton itu sudah punya pilihan," ujar Saraswati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Buka Nusantara Open 2023, Diikuti 16 Klub Sepak Bola U-17

Prabowo Buka Nusantara Open 2023, Diikuti 16 Klub Sepak Bola U-17

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 10:25 WIB

Gibran Langgar Aturan Debat Capres, Timsesnya Yang Ditegur KPU

Gibran Langgar Aturan Debat Capres, Timsesnya Yang Ditegur KPU

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 10:10 WIB

Kirim Timnas U-20 Latihan di Qatar, Prabowo: Saya Percaya Sepak Bola Indonesia akan Maju

Kirim Timnas U-20 Latihan di Qatar, Prabowo: Saya Percaya Sepak Bola Indonesia akan Maju

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 10:06 WIB

Targetkan Sapu Bersih Pemilih Muda, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran: Sekarang Anak Muda Jadi Penentu

Targetkan Sapu Bersih Pemilih Muda, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran: Sekarang Anak Muda Jadi Penentu

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 09:58 WIB

Diduga Serang Prabowo di Debat Perdana, Anies: Saya Menyampaikan Fakta

Diduga Serang Prabowo di Debat Perdana, Anies: Saya Menyampaikan Fakta

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 09:54 WIB

KPU Putuskan Pindah Lokasi Debat Capres-Cawapres, Ini Lokasinya

KPU Putuskan Pindah Lokasi Debat Capres-Cawapres, Ini Lokasinya

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 09:52 WIB

Protes Keras KPU Tak Berikan Kursi Saat Debat, Dokter Tifa: Sudah Tahu Ada Capres Lututnya Bermasalah!

Protes Keras KPU Tak Berikan Kursi Saat Debat, Dokter Tifa: Sudah Tahu Ada Capres Lututnya Bermasalah!

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 09:33 WIB

Terkini

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:07 WIB

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Bogor | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:03 WIB

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 13:01 WIB

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:56 WIB

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 12:55 WIB

×