Sentimen Tiga Cawapres di Media Sosial Pasca Debat, Hasilnya Diluar Prediksi

M Nurhadi

Minggu, 24 Desember 2023 | 08:45 WIB
Sentimen Tiga Cawapres di Media Sosial Pasca Debat, Hasilnya Diluar Prediksi
Suasana ketiga Cawapres beradu gagasan dalam debat perdana Cawapres 2024 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (22/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Debat cawapres 2024 yang berlangsung Jumat (22/12/2023) malam diJCC Senayan, Jakarta turut berdampak pada pergerakan dinamis tren di media sosial. 

Berdasarkan riset dari Indonesia Indicator (i2), perbincangan di media sosial selama debat berlangsung dalam rentang waktu 18.00-23.00 WIB tidak seintens ketika debat capres edisi pertama.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang menyebut, perbincangan netizen pada debat kedua tidak sebanyak debat capres-cawapres edisi perdana (12/12/2022). Pada debat sebelumnya, percakapan mencapai 56.964 post dengan engagement sebanyak 2.460.097. Sementara pada debat kali ini, perbincangan hanya mencapai 35.222 post dengan engagement sebanyak 1.603.740.

Namun secara keaktifan jumlah respons netizen per post sedikit lebih unggul dengan perbandingan 1 ekspos meraih 46 engagement. Sementara di debat sebelumnya 1 ekspos hanya mendapat 43 engagement.

Netizen milenial (22-40 tahun) dan generasi X (41-55 tahun) lebih banyak memberikan respon. Milenial berkontribusi hingga 68 persen dalam percakapan, generasi X sekitar 22 persen, sedangkan gen z (18-21 tahun) 6 persen.

"Netizen laki-laki memberi kontribusi lebih besar sekitar 79 persen, sementara netizen perempuan 21 persen. Netizen laki-laki ramai membicarakan seputar hal-hal substansial dari pertanyaan dan jawaban masing-masing cawapres, sedangkan netizen perempuan cenderung mengomentari secara penampilan, baik tempat lokasi, penampilan capres-cawapres yang hadir serta tempat debat yang dianggap lebih baik dibandingkan debat sebelumnya," ungkap Rustika, Sabtu (23/12/2023) dalam keterangannya kepada Redaksi Suara.com.

Rustika menjelaskan, Gibran mendapatkan ekspos serta engagement terbesar dari perbincangan netizen dibandingkan Muhaimin dan Mahfud. Ekspos Gibran mencapai 69.259 dengan engagement sebesar 2.425.615.

Engagement terbesar terlihat dari apresiasi sejumlah netizen terhadap penampilan Gibran dalam Debat, yang dianggap sangat meyakinkan dan melebihi ekspektasi publik. Sementara itu, Mahfud memperoleh ekspos sebanyak 53.479 post dengan engagement sebanyak 1.023.434, dan Muhaimin sekitar 46.573 post dengan engagement sebanyak 1.306.364.

Sebelumnya, banyak yang meragukan Gibran, namun candaan 'dikira cupu ternyata suhu' menjadi narasi yang banyak diunggah oleh netizen. Banyak netizen yang juga mengakui beralih mendukung Gibran karena penampilannya yang melebihi prediksi.

baca juga

"Secara umum panggung debat semalam milik Gibran dalam arti bukan kemampuan penguasaan temanya melainkan secara psikologis sejak awal orang memang ingin tahu apakah Gibran sanggup berdiri dan berbicara dalam debat semalam atau tidak, dan ia menunjukkan bahwa ia bisa. Gibran memosisikan diri sebagai anak muda yang berhadapan dengan seorang ketua partai dan seorang proffesor," pungkasnya.

Meski meraih emotion trust cukup besar, Gibran juga mendapat emotion disgust atau kekecewaan paling besar di antara cawapres lainnya sekitar 15 persen. Gibran disebut menggunakan strategi yang sama dengan Presiden Jokowi saat menanyakan perihal singkatan maupun istilah yang sulit dipahami.

Sementara, Mahfud merupakan cawapres dengan tingkat perbincangan positif tertinggi sekitar 65 persen, dibandingkan Gibran 48 persen dan Muhaimin 33 persen. Tingginya sentimen positif Mahfud juga diikuti dengan emotion trust yang besar hingga mencapai 65 persen.

Tertinggi diantara cawapres lainnya. Selanjutnya diikuti emotion anticipation 13 persen. Penampilan Mahfud dinilai sebagai hasil dari pengalaman dengan ketenangan dalam setiap jawaban. Mahfud dinilai mampu menjawab pertanyaan sulit yang dilontarkan oleh Gibran menggunakan Helicopter view.

"Pengalaman, keyakinan, track record, jam terbang menjadi salah satu landasan keyakinan publik. Ini yang ditunjukan pada Mahfud. Hal inilah yang membuat netizen mengapresiasi Mahfud dengan ketenangan, jawaban debat yang menggunakan pendekatan rasional dan argumentatif," tukas Rustika.

Muhaimin secara persentase sentimen mendapatkan porsi yang relatif berimbang antara postif, negatif dan netral. Selama debat Muhaimin kerap kali menyebut 'slepet' sebagai jargon yang melekat dengan dirinya dan program AMIN.

Tercatat sebanyak 1.152 unggahan memention jargon tersebut dalam perbincangan Muhaimin dan terbukti menjadi istilah yang paling banyak dipake netizen. Bahkan, dipakai oleh netizen untuk ganti “men-slepet” Muhaimin.

Emotion yang paling dominan dalam perbincangan Muhaimin yakni emotion trust sekitar 35 persen, diikuti emosi anticipation sekitar 20 persen. Muhaimin dinilai cukup rendah hati untuk berkata tidak tahu terhadap pertanyaan dari Gibran mengenai SGIE (State of the Global Islamic Economy).

"Muhaimin dinilai sebagai politisi yang pandai berdiplomasi, mencoba mencari atensi publik dengan narasi perubahan. Di sisi lain netizen masih terbawa dalam euforia debat capres antara Anies dan Prabowo sehingga netizen melihat ada asumsi untuk 'balas dendam' terlihat dalam debat tersebut. Misalnya melalui ungkapan 'anda tidak menjawab pertanyaan saya' atau 'kok gak konsisten'," ujar Rustika.

Berdasarkan peta jejaring perbincangan netizen di Twitter/X, kelompok netizen netral menguasai perbincangan sekitar 34,11 persen, dengan sorotan terbanyak mengarah kepada Gibran yang dianggap menguasai tema debat.

Netizen terekam memberi julukan Gibran sebagai 'El-Sulfat' Muhaimin sebagai 'El-Slepet', sedangkan Mahfud dianggap sebagai sosok senior yang sopan dan menghargai lawan.

Adapun kelompok-kelompok lain yang juga mengisi perbincangan antara lain kelompok pendukung Gibran 25,42 persen, kelompok pendukung Muhaimin 19,51 persen, dan kelompok pendukung Mahfud 17,38 persen.

Indonesia Indicator merupakan perusahaan intelijen media yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI). Data yang dihimpun berasal dari perbincangan netizen di lima platform media sosial (Twitter/X, Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube). Data dianalisis secara realtime dengan menggunakan sistem Intelligence Socio Analytics (ISA) dan Social Network Analytics (SNA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media-media Asing Puji Gibran usai Debat Cawapres: Anak Jokowi Dikira Cupu, Ternyata Suhu

Media-media Asing Puji Gibran usai Debat Cawapres: Anak Jokowi Dikira Cupu, Ternyata Suhu

Kotak Suara | Minggu, 24 Desember 2023 | 08:38 WIB

Dianggap Tampil Memukau saat Debat Cawapres, Relawan Nilai Gibran Dapat Bangkitkan Semangat Anak Muda

Dianggap Tampil Memukau saat Debat Cawapres, Relawan Nilai Gibran Dapat Bangkitkan Semangat Anak Muda

News | Minggu, 24 Desember 2023 | 07:28 WIB

Tampil Mengejutkan Di Debat, Komunikasi Publik Gibran Disebut Perlu Dievaluasi, Kenapa?

Tampil Mengejutkan Di Debat, Komunikasi Publik Gibran Disebut Perlu Dievaluasi, Kenapa?

Kotak Suara | Minggu, 24 Desember 2023 | 03:55 WIB

Ngomong SGIE Pakai Ejaan Bahasa Indonesia, Gibran Disorot Najwa Shihab?

Ngomong SGIE Pakai Ejaan Bahasa Indonesia, Gibran Disorot Najwa Shihab?

Entertainment | Minggu, 24 Desember 2023 | 08:30 WIB

Analisa Emosi 3 Cawapres Saat Debat: Cak Imin Basahi Bibir, Gibran Gelisah, Mahfud Tersenyum Sinis

Analisa Emosi 3 Cawapres Saat Debat: Cak Imin Basahi Bibir, Gibran Gelisah, Mahfud Tersenyum Sinis

Kotak Suara | Minggu, 24 Desember 2023 | 06:35 WIB

KPU Akan Tegur Lagi Gibran Buntut Ajak Pendukung Bersorak, Arsjad Rasjid: Jangan Salah Pilih Pemimpin

KPU Akan Tegur Lagi Gibran Buntut Ajak Pendukung Bersorak, Arsjad Rasjid: Jangan Salah Pilih Pemimpin

Kotak Suara | Minggu, 24 Desember 2023 | 06:05 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×