AMIN Akan Pakai Pendekatan Inovatif agar Bansos Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 02 Februari 2024 | 20:11 WIB
AMIN Akan Pakai Pendekatan Inovatif agar Bansos Lebih Efektif dan Tepat Sasaran
Anies - Muhaimin kampanye di kawasan Tegal-Brebes, Jawa Tengah, Selasa (30/1/2024). (Dok: Amin)

Suara.com - Paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) akan membuat pendekatan baru yang lebih inovatif dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) sehingga lebih tepat sasaran dan efektif mengatasi kemiskinan di tanah air.

Prof Awalil Rizky, Dewan Pertimbangan Timnas AMIN, menjelaskan, AMIN menyadari pengentasan kemiskinan lebih efektif melalui penyediaan lapangan pekerjaan sehingga mereka menjadi produktif dan berpenghasilan. Akan tetapi, tidak dipungkiri masih ada kelompok masyarakat miskin yang perlu diberikan bantuan langsung tunai (BLT).

Menurutnya, AMIN akan menambah alokasi bansos bagi para penerimanya agar lebih efektif menanggulangi kemiskinan. Apalagi, sesuai dengan amanah konstitusi, fakir miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab negara.

"Untuk bansos, alokasi untuk para penerima akan kami tambah. Kemudian dengan adanya integrasi data, maka akan lebih efisien dan efektif karena bansos menjadi lebih tepat sasaran," ujarnya dalam konferensi pers Program Perlindungan Sosial Paslon AMIN, Jumat (2/2/2024).

Selain untuk bansos, lanjutnya, anggaran perlindungan sosial juga difokuskan untuk program inovatif agar masyarakat miskin bisa bekerja sehingga mendapatkan penghasilan.

Visi AMIN Indonesia adil makmur untuk semua akan diwujudkan dalam misi yang disebut dengan '8 Jalan Perubahan'. Salah satu misi AMIN adalah “Mengentaskan Kemiskinan dengan Memperluas Kesempatan Berusaha dan Menciptakan Lapangan Kerja, Mewujudkan Upah Berkeadilan, Menjamin Kemajuan Ekonomi Berbasis Kemandirian dan Pemerataan, serta Mendukung Korporasi Indonesia Berhasil di Negeri Sendiri dan Bertumbuh di Kancah Global.”

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin  per Maret 2023 sebanyak 26 juta orang. Sementara itu, program AMIN dalam mengatasi kemiskinan memiliki semboyan 'Dari buaian sampai lanjut usia'.
 
Untuk mengatasi kemiskinan, AMIN memiliki program konkret. Ibu hamil mendapatkan makanan sehat dan gratis melalui posyandu; cuti hamil dan melahirkan bagi ibu disertai cuti ayah; serta tunjangan hingga Rp500.000 per bulan bagi ibu yang menjadi kepala keluarga miskin

Kemudian anak di bawah lima tahun (balita) juga mendapatkan makanan sehat gratis di posyandu; pendidikan usia dini bermutu dengan biaya murah untuk semua balita; tempat bermain anak yang mudah diakses dan gratis; tempat penitipan anak dan ruang laktasi di setiap ruang publik; serta memperbanyak kegiatan seni dan olahraga bagi anak.

Bagi usia pelajar dipastikan bisa sekolah dari PAUD hingga SMA/sederajat (wajib belajar 1+12 tahun), semua dapat bangku sekolah, kartu indonesia pelajar (KIP) Plus (tambahan bantuan hingga Rp500.000 di akhir jenjang (SD-SMA).

baca juga

Paslon AMIN juga memastikan biaya kuliah murah dan gratis bagi keluarga miskin, KIP kuliah plus, voucher kursus/tes bahasa asing hingga Rp3,5 juta per orang untuk persiapan beasiswa, dan lainnya.

Program lainnya adalah penciptaan 15 juta lapangan kerja, termasuk green jobs; pra kerja plus dengan bantuan tunai dari Rp600.000 menjadi Rp3 juta per tahun untuk pencari kerja.

Para lansia juga mendapatkan bantuan hingga Rp300.000 per bulan, cepat berobat dengan antrean prioritas dan jemput bola pemeriksaan, bantuan renovasi hunian layak bagi lansia hingga Rp5 juta, dan lainnya.

"Timnas AMIN sangat menyadari bahwa bangsa ini tidak pernah adil dan makmur untuk semua jika kemiskinan tidak ditangani serius," tegas Prof. Awalil.

Ekonom senior CORE Indonesia Hendri Saparini menyampaikan, bansos masih diperlukan bagi kelompok masyarakat miskin. Akan tetapi, pendekatannya perlu lebih inovatif, terutama dengan menjadikan warga miskin sebagai objek sehingga bisa terlibat langsung dalam pengelolaan bansos dan pada akhirnya mereka bisa bekerja dan berpenghasilan.

"Jangan sampai salah buat strategi. Dari survei kami, anak muda tidak bicara ingin bansos, tetapi lapangan pekerjaan, misalnya lewat program magang. Memang betul sebagian besar masih membutuhkan bansos, tetapi ke depan program bansos perlu lebih inovatif," kata Hendri.

Oleh sebab itu, menurutnya, penambahan pendapatan melalui lapangan pekerjaan menjadi kunci dalam pengentasan kemiskinan. "Bisa selesaikan kemiskinan dengan memberi lapangan pekerjaan dan penghidupan layak. Selama ini bansos kurang tepat sasaran. AMIN harus ada pendekatan baru. Harus ada new approach [pendekatan baru]."

Hal senada disampaikan  Rizal Taufiqurrahman, ekonom Indef. Dia menilai bahwa pengentasan kemiskinan dapat dilakukan dengan mengurangi beban pengeluaran dan menaikkan pendapatannya. Bansos menjadi instrumen untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin. Selain itu, jumlah masyarakat miskin justru terus bertambah sejalan dengan tren peningkatan anggaran bansos dari tahun ke tahun.

"Justru bagaimana orang ditawarkan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan pendapatannya. Justru kenapa sekarang kemiskinan itu sulit dihapus, karena bansos tidak efektif menurunkan angka kemiskinan. Justru efektif [menurunkan kemiskinan] di peningkatan income," kata Rizal.

Selain itu, Rizal menyoroti persoalan akurasi data yang menjadi permasalah dalam penyaluran bansos.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UU IKN Hasil Demokrasi Prematur, Anies: Jangan Diputuskan Dulu Baru Diperdebatkan Setelahnya

UU IKN Hasil Demokrasi Prematur, Anies: Jangan Diputuskan Dulu Baru Diperdebatkan Setelahnya

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 20:05 WIB

Anies Tegaskan Komitmen AMIN tentang Desentralisasi Fiskal yang Asimetris

Anies Tegaskan Komitmen AMIN tentang Desentralisasi Fiskal yang Asimetris

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 19:58 WIB

Marak Akademisi Kritik Jokowi Jelang Pilpres 2024, Anies: Itu Tanda Peduli Demokrasi

Marak Akademisi Kritik Jokowi Jelang Pilpres 2024, Anies: Itu Tanda Peduli Demokrasi

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 19:54 WIB

Anies Tegaskan Pembentukan DOB Harus Pertimbangkan Teknokratik, Bukan Konstelasi Politik

Anies Tegaskan Pembentukan DOB Harus Pertimbangkan Teknokratik, Bukan Konstelasi Politik

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 19:26 WIB

Anies Tegaskan Ketimpangan dan Ketidaksetaraan Jadi Prioritas Utama untuk Diselesaikan

Anies Tegaskan Ketimpangan dan Ketidaksetaraan Jadi Prioritas Utama untuk Diselesaikan

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 19:21 WIB

Bertemu DPD RI, Anies Tekankan Misi Indonesia Adil Makmur untuk Semua

Bertemu DPD RI, Anies Tekankan Misi Indonesia Adil Makmur untuk Semua

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 19:17 WIB

Terkini

Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal

Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia

Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol

Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah

Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar

Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:21 WIB

Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi

Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi

Jakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming

Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara

Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu

Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:17 WIB

×