Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyatakan bahwa Ganjar Pranowo unggul elektabilitasnya dengan perolehan 37,9 persen.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus mengatakan permintaan maaf jika Ganjar semakin membuat kecewa yang pesimis.
Jhon Sitorus juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Ganjar justru makin kuat.
"Mohon maaf jika Ganjar semakin mengecewakan yang pesimis. Dukungan ke Ganjar makin kuat, yang lain tertinggal jauh," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Selasa (6/6).
Lanjut, Jhon Sitorus pun mengatakan bahwa kepercayaan rakyat terhadap Ganjar tampak dari sikap Capres PDI Perjuangan (PDIP) itu sendiri.
"Kepercayaan rakyat kepada Ganjar tak lepas dari originalitas sikap saat bertemu rakyat," katanya.
Karena hal itu, Jhon Sitorus pun mengatakan bahwa Ganjar menjadi satu-satunya sosok yang tampil bukan karena dibuat-buat.
"Ganjar satu-satunya yang tampil apa adanya, bukan karena dibuat-buat," tandasnya.
Sementara itu, dalam survei tersebut, Ganjar Pranowo berhasil unggul dari sosok lainnya seperti Prabowo Subianto yang memperoleh 33,5 persen atau Anies Baswedan yang mendapatkan 19,2 persen.
"Dalam survei terakhir di pemilih kritis, 30-31 Mei 2023, Ganjar mendapat dukungan 37,9 persen," demikian hasil survei SMRC.
Masih dalam hasil survei yang diselenggarakan SMRC, popularitas Ganjar pun unggul signifikan dibandingkan Prabowo maupun Anies.
Menurut survei SMRC, popularitas Ganjar mendapatkan 42,2 persen dari responden. Untuk Prabowo di angka 32,1 persen dan Anies di 17,4 persen.
"Pada kelompok pemilih yang tahu ketiganya, Ganjar mendapat dukungan 42,2 persen, unggul signifikan atas Prabowo 32,1 persen, dan Anies 17,4 persen. Yang belum tahu 8,3 persen,” begitu kata SMRC.
Dengan hasil tersebut, menurut SMRC Ganjar diperkirakan masih dapat menaikkan elektabilitas jika tingkat kedikenalannya naik.
SMRC pun diketahui melakukan serangkaian survei nasional lewat telepon yang di-update terakhir pada 30-31 Mei 2023.