Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menyoroti Partai Demokrat yang menganggap kalau penurunan elektabilitas calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk persatuan Anies Baswedan lantaran calon wakil presiden (cawapres) belum diumumkan.
Hal itu ditanggapi Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Chusnul Chotimah mengherankan anggapan Demokrat itu. Pasalnya, Chusnul Chotimah menyebut bahwa hasil survei Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu juga turun.
"Demokrat bilang elektabilitas Anies turun karena tidak deklarasi cawapresnya, pdhl AHY sendiri juga turun bahkan ga masuk tiga besar. Koalisi ini makin lucu," ucap Chusnul Chotimah dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ch_chotimah2, Kamis (8/6).
Terkait hasil survei AHY yang digadang-gadang sebagai cawapres Anies Baswedan, ia justru kalah unggul dalam survei Indikator Politik Indonesia.
Dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 26 Mei-30 Mei 2023, nama Erick Thohir berada di posisi teratas menggusur AHY, juga Ridwan Kamil yang sebelumnya paling tinggi.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, ada kenaikan dari Erick Thohir sedangkan AHY termasuk dalam 3 sosok yang turun.
"Jika melihat tren, Erick Thohir ada tren kenaikan, Ridwan Kamil sedikit turun, Sandiaga dan AHY turun," ujar Burhanuddin Muhtadi saat rilis hasil survei nasional bertajuk "Saling Salip Elektabilitas Capres dan Cawapres Jelang 2024".
Sementara itu, sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, mengusulkan agar calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Rasyid Baswedan diumumkan pada Juni ini.
Sebab, ia melihat adanya penurunan elektabilitas Anies dalam beberapa hasil survei.
"Memang ada kecenderungan menurun dari survei Indikator. Karena mungkin, dugaan kami, hipotesa kami adalah lambannya proses deklarasi," ujar Andi dikutip dari Republika.
"Jadi kita akan mengajukan usul kepada Pak Anies agar bulan Juni ini segera dideklarasikan agar tidak semakin dalam jaraknya, makin jauh jaraknya," sambungnya.
Ia menilai, jarak elektabilitas yang jauh dengan calon lainnya akan menyulitkan koalisi dan cawapres Anies.
Jika nama tersebut segera diumumkan, pasanga tersebut dapat langsung bekerja mendulang basis pemilih dan dukungan.
"Partai maupun mereka yang mau perubahan itu yakin dan mulai bergerak dan menaikkan kembali elektabilitas Pak Anies," imbuhnya.