- PERURI meluncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih untuk mengatasi ketergantungan semikonduktor impor.
- Fasilitas digital gratis ini bertujuan mempercepat pengembangan talenta nasional, melindungi data strategis, dan memperkuat kedaulatan digital.
- Platform daring tersebut memungkinkan mahasiswa, peneliti, dan pelaku industri mengembangkan purwarupa chip guna memangkas biaya riset.
Suara.com - Ketergantungan Indonesia terhadap teknologi semikonduktor impor masih menjadi tantangan besar di tengah pesatnya transformasi digital global.
Menjawab tantangan tersebut, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) resmi meluncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih, sebuah ruang eksperimen digital yang dirancang untuk mempercepat pengembangan talenta semikonduktor nasional sekaligus memperkuat fondasi ekosistem industri chip di Indonesia.
Direktur Utama PERURI, Teguh Arief Indratmoko, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian teknologi nasional, khususnya pada sektor yang memiliki nilai strategis bagi keamanan dan perekonomian Indonesia.
"Peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan digital dan keamanan nasional," ujar Teguh dilansir dari laman Antara, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, kemampuan merancang chip secara mandiri menjadi faktor penting untuk menghadirkan standar keamanan yang lebih tinggi dalam melindungi dokumen negara, data strategis, serta berbagai sistem digital nasional dari ancaman siber yang semakin kompleks.
Tak hanya berdampak pada aspek keamanan, pengembangan desain chip domestik juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi devisa melalui pengurangan ketergantungan terhadap teknologi luar negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri semikonduktor global yang nilainya terus bertumbuh.
![Ilustrasi chip. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/08/12898-ilustrasi-chip.jpg)
Platform Sandbox Desain Chip Merah Putih memungkinkan mahasiswa, peneliti, startup, hingga pelaku industri mempelajari, mengembangkan, dan menguji rancangan chip secara daring melalui peramban tanpa dipungut biaya.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap teknologi desain semikonduktor yang selama ini identik dengan biaya investasi tinggi dan keterbatasan fasilitas praktikum.
Selain menjadi sarana pembelajaran, platform tersebut juga memberikan peluang bagi perusahaan rintisan dan pelaku industri untuk mengembangkan purwarupa (prototype) chip secara digital sebelum melangkah ke tahap produksi fisik.
Pendekatan ini diyakini dapat memangkas biaya riset dan pengembangan (R&D), mempercepat inovasi, serta menurunkan risiko investasi pada tahap awal pengembangan produk.
Bagi dunia usaha, keberadaan sandbox ini berpotensi melahirkan lebih banyak inovasi teknologi lokal yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor, termasuk industri manufaktur, layanan keuangan digital, Internet of Things (IoT), kendaraan listrik, hingga sistem keamanan nasional.
Semakin kuat kemampuan desain chip di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia menarik investasi pada sektor semikonduktor yang kini menjadi salah satu industri paling strategis di dunia.
PERURI juga menilai peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BUMN, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor industri dalam membangun ekosistem semikonduktor nasional yang berkelanjutan.
"Melalui ruang eksperimen digital yang inklusif ini, PERURI mengundang seluruh talenta muda Indonesia untuk mulai belajar dan berkontribusi langsung dalam merancang masa depan, serta menegakkan kedaulatan teknologi bangsa," kata Teguh.