PDI Perjuangan menurutnya tak akan pernah melakukan upaya penjegalan, pihaknya selalu percaya bahwa rakyat dapat menilai sosok yang pantas untuk memimpin negara dari Indonesia.
“Ya buat apa kami melakukan ganjalan? Karena rakyat sudah menceritakan kinerjanya (Anies,red). Sumur resapan yang tidak membawa manfaat, misalnya. Lalu apa yang dilakukan Presiden Jokowi begitu baik di Jakarta, tidak dilanjutkan (Anies). Rumah untuk penggemblengan anak-anak agar punya suatu kemajuan (tidak dilanjutkan, red), pelebaran sungai mencegah banjir itu tidak dilakukan. Sehingga ketika sosok itu (Anies, red) tidak punya banyak prestasi, kemudian menciptakan sepertinya ada hambatan dari luar,” ungkap Hasto.
Sebelumnya, masyarakat dihebohkan lagi dengan kembali munculnya usaha penjegalan untuk Anies Baswedan. Hal ini tak hanya kejutan nama yang muncul untuk menjadi duet dari Ganjar Pranowo, tetapi juga langsung diutarakan oleh Sudirman Said.
Juru Bicara Anies Baswedan tersebut mengklaim ada pejabat negara bergantian mendatangi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal tersebut dilakukan guna menarik partai tersebut guna keluar dari Koalisi Perubahan.
"Sampai hari ini bergantian para pejabat negara, ada yang pemimpin partai, ada yang bukan, mendatangi PKS dengan misi implisit dan eksplisit. Misinya supaya PKS keluar dari koalisi dan majunya Pak Anies digagalkan," katanya, Rabu (7/6/2023).