Pegiat media sosial Denny Siregar mengungkapkan bahwa peta politik semakin memanas pada akhir-akhir ini menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hal ini diungkapkan Denny Siregar dalam tayangan YouTube 2045 TV. Dalam tayangan tersebut, Denny Siregar mengungkapkan bahwa makin memanasnya peta politik itu terkait kisruh calon wakil presiden (cawapres). Ia pun mengatakan bahwa saat ini, justru yang diperebutkan ialah posisi cawapres.
"Peta politik semakin memanas akhir-akhir ini sesudah semakin terang siapa calon presiden yang akan diadu, sekarang perebutannya ada di calon wakil presiden," ungkap Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube 2045 TV, Jumat (9/6).
Lanjut, Denny Siregar bahkan mengatakan bahwa penentuan cawapres itu justru begitu menyeramkan karena adanya saling ancam antar partai politik.
"Penentuan siapa calon wakil presiden ini malah semakin serem karena ada model saling mengancam antar partai, terutama di partai-partai yang berkoalisi supaya bisa memenuhi syarat untuk bisa mencalonkan calon wakil presiden dan calon presiden," paparnya.
Denny Siregar pun mencontohkan soal yang riuh saat ini terkait cawapres bagi calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.
Adapun diketahui, Demokrat akan mengevaluasi dukungan ke Anies jika tak kunjung mengumumkan bakal cawapres pada Juni. Namun, Kepala Bappilu DPP Demokrat Andi Arief tak menjelaskan evaluasi dukungan seperti apa yang akan diambil Demokrat kelak.
"Sebelumnya, di koalisi perubahan yang mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon presiden, saling ancam terjadi antara NasDem dan Demokrat," ucap Denny Siregar.
Menurut pendukung Ganjar ini, NasDem memang berhak dalam menentukan siapa yang akan jadi cawapres Anies.
"NasDem merasa bahwa merekalah yang berhak menentukan siapa calon wakil presiden dengan pake tangan atas nama Anies Baswedan," tutur Denny Siregar.
Denny Siregar pun menyebut wajar akan NasDem yang berhak menentukan cawapres Anies dengan atas nama Anies Baswedan.
Hal itu, menurut Denny Siregar, NasDem telah mengeluarkan lebih banyak dari segi finansial untuk deklarasi serta safari politik Anies Baswedan.
"Ya wajar aja karena selama ini yang keluar biaya banyak untuk deklarasi dan roadshow Anies ke banyak daerah itu adalah NasDem. Sedangkan Demokrat dan PKS hanya ikut-ikutan saja di belakang NasDem karena secara finansial mereka juga sudah kesulitan," papar Denny Siregar.
Denny Siregar mengatakan bahwa dua partai politik lainnya yang juga masuk dalam koalisi pengusung Anies, berada di luar kekuasaan selama dua periode.
"Sebab selama dua periode, mereka ada di luar kekuasaan," katanya.
Meski begitu, Denny Siregar pun menyebut bahwa Partai Demokrat dan PKS tetap punya kekuatan dalam penentuan langkahnya.
"Tapi biar bagaimanapun Demokrat dan PKS tetap punya kekuatan dalam menentukan langkah selanjutnya," imbuh Denny Siregar.
Adapun saat ini, ada tiga partai politik (parpol) yang tergabung untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang. Tiga parpol itu ialah Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).