"Tetapi masalahnya, Gerindra sudah terikat kontrak politik dengan PKB dimana di dalam kontrak itu, kabarnya nih ada klausul bahwa yang menentukan calon wakil presidennya Prabowo adalah Muhaimin Iskandar atau biasa dipanggil Cak Imin, Ketua Umum PKB," tegas Denny Siregar.
Menurut Denny Siregar, PKB ini pintar. Merekalah yang pertama bertemu dan mengikatkan diri dengan Gerindra untuk mencalonkan Prabowo sebagai calon presiden.
"Dengan adanya PKB, maka gabungan dua partai saja sudah cukup untuk mencalonkan seorang presiden. Kalau PKB out saja, maka mimpi Gerindra untuk mencalonkan Prabowo jadi presiden hanya mimpi-mimpi saja," ujar Denny Siregar.
Karena kontrak politik itulah, Denny Siregar menilai bahwa PKB memiliki kekuatan untuk 'menyandera' Gerindra. Hal ini lantaran Ketua PKB Cak Imin yang juga digadang-gadang bakal jadi cawapres.
"Tapi dengan ikatan itu, PKB akhirnya punya kekuatan untuk menyandera Gerindra. Sekarang posisi calon wakil presiden pemilihannya juga ada di Cak Imin dimana dia juga pengen dong jadi calon wakil presiden, masa cuma usang-usung mulu," imbuh Denny Siregar.