Mantan akademisi Universitas Indonesia ini kemudian menyebutkan dua poin klarifikasinya. Poin pertama yaitu sumber pembiayaan lembaga survei yang berasal dari dana publik dunia.
“Poin saya adalah itu semua lembaga yang dibiayai oleh dana dari dana publik luar negeri. Itu yang musti diketahui,” ujarnya.
Selain itu, Rocky juga menyoroti otentisitas hasil riset lembaga survei lantaran publik tidak leluasa mengakses data tersebut.
“Poin saya adalah authenticity dari hasil riset itu. kemampuan kita untuk mengakses data itu kan terbatas karena kita nggak bisa lakukan penelitian sejenis,” ujarnya.