Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengomentari perihal Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang dinilai terang-terangan menjegal pencalonan Anies Baswedan.
Hal tersebut diungkap oleh anggota Tim Delapan KPP Sudirman Said yang mengatakan ada pejabat negara yang mendatangi pimpinan PKS dengan misi agar partai tersebut keluar dari koalisi pengusung Anies.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjegal pencalonan Anies. namun, Sudirman bersyukur lantaran koalisi pengusung Anies tetap solid meski dihantam tekanan dan godaan.
Menanggapi hal tersebut, Said Didu menilai semakin jelas adanya upaya penjegalan Anies Baswedan oleh rezim penguasa.
“Makin jelas. Apakah yang bersangkutan sedang kena gergaji, palu, serut, atau amplas ?” ujar Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @msaid_didu pada Senin (12/6/2023).
Sementara itu, Sandi membantah tuduhan dirinya merayu PKS untuk keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung Anies Baswedan.
Sandi mengatakan dirinya hanya berkomunikasi dengan PKS terkait pencalonan dan mengikhlaskan seandainya PKS tetap pada pilihannya yaitu mengusung Anies.
"Tidak sama sekali [merayu PKS]. Saya bilang kalau Koalisi Perubahan sudah sepakat dengan capres-cawapres, dan semua pembagiannya ke depan, dengan juga kekuatan dari pada dukungan, saya ikhlas," kata Sandi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (9/6), dikutip dari CNN.
Sandi mengatakan dirinya meminta PKS mempertimbangkan tawarannya karena ia memiliki data yang mengatakan bahwa mayoritas masyarakat menginginkan keberlanjutan.
"Kalau beliau dari teman-teman PKS ini bisa mempertimbangkan apa yang saya tawarkan, karena saya didukung data dan data ini menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia menginginkan keberlanjutan," ujarnya.