PDI Perjuangan menginginkan adanya peradaban politik terbangun lebih teduh menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Hal ini diungkap politikus PDIP Deddy Sitorus dalam wawancaranya kepada MNCNews. Menurutnya, cita-cita itu bertujuan untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Dan, katanya, jika muncul pendapat berbeda, PDIP sangat sulit untuk menepis interpretasi yang ada.
"Pemilu ini natural dan harus. Melalui pemilu, kita dapat melakukan suksesi kepemimpinan sehingga tidak ada ketegangan dan dapat diterima masyarakat," ujar Deddy.
"Biarlah berproses. Kami menghormati apa yang sudah dibanun koalisi sehingga tidak tidak ada niat untuk memecah belah," tambahnya.
Sekretaris Tim Koordinator Relawan Pemenangan Pilpres PDIP itu mengatakan bahwa nama Ketua Umum Demokrat memang masuk dalam usulan cawapres yang dikantongi oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Ada Mas AHY, Pak Muhaimin, dalam 10 nama itu. Partai dapat mengambil keputusan untuk diolah, digodok, didalami, pada akhirnya tentu untuk kebaikan bersama," pungkas Deddy.
Sebelumnya, Puan Maharani mengungkapkan bahwa Ketum PDIP mengantongi 10 nama bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo.
Namun tidak disebutkan secara rinci sosoknya. Hanya saja beberapa nama seperti AHY telah diungkap secara jelas.