“Pdhl 80 an kita sdh buat pabrik pupuk, kilang minyak, pesawat terbang apalagi hanya pekerjaan sipil,” ujar Said Didu.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Luhut meminta publik melihat sisi positif dari kebijakan mempekerjakan tenaga asing yaitu untuk kepentingan nasional.
"Sepanjang untuk kepentingan nasional, kita tidak perlu ragu-ragu. Kita kadang-kadang ini munafik. Saya bilang pengawasan pembangunan ibu kota baru kita hire orang-orang bule, marah," ungkap dia.
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa pada akhirnya tenaga kerja asing tersebut akan diganti dengan tenaga kerja Indonesia saat sudah menguasai keahlian yang dibutuhkan.