"Akhirnya dideklarasikan lah Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh partai NasDem di akhir tahun 2022 lalu dan gerakan NasDem yang mengusung Anies ini juga nggak mulus karena ditolak oleh banyak elit partai," tandasnya.
Sebelumnya, Denny Siregar mengungkapkan bahwa NasDem begitu jumawa karena merasa bisa menjadi king maker dalam perpolitikan di Indonesia.
"Awalnya, NasDem itu begitu jumawa merasa bahwa mereka bisa menjadi king maker dalam percaturan politik di Indonesia," ungkap Denny Siregar.
Denny Siregar mengatakan bahwa menjadi king maker adalah cita-cita Surya Paloh.
"Dan menjadi king maker adalah cita-cita Surya Paloh, pendiri sekaligus ketua umum NasDem karena selama ini mereka selalu hanya menjadi pendukung saja," tuturnya.
"Tanpa bisa menjadi pemain utama yang selama dua periode ini papan caturnya dimainkan oleh hanya dua partai besar yaitu PDI Perjuangan dan Gerindra," sambungnya.
Denny Siregar pun membeberkan bahwa NasDem pernah menggoda Ganjar Pranowo menjadi capres yang bakal diusungnya nanti di Pilpres 2024.
"Karena itu sejak awal NasDem mencoba bermain di sudut sempit mencuri sela-sela di tikungan, untuk bisa menjadi pemain besar, dan kabarnya salah satu cara yang dilakukan NasDem pada waktu itu adalah dengan merayu Ganjar pranowo sebagai calon presiden mereka," papar Denny Siregar.
Baca Juga: Pram/Yere Susah Payah Singkirkan Wakil Inggris di Babak Pertama Indonesia Open 2023