Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti kehadiran bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo ke Istana Kepresidenan pada Selasa (13/6/2023).
Ganjar bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (13/6/2023) dalam rapat terbatas membahas penataan kawasan Candi Borobudur.
“Bahas Borobudur. Persiapan membereskan Borobudur. Tentu kan 2024 semua mesti selesai,” kata Ganjar saat ditemui usai pertemuan itu.
Diungkap Ganjar, sejumlah menteri juga ikut hadir dalam pertemuan itu salah satunya Menteri Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga masuk bursa calon wakil presiden untuk Ganjar.
Menanggapi hal tersebut, Rocky justru mempertanyakan maksud pertemuan Ganjar dan Jokowi di Istana. Ia menilai tidak ada gunanya seandainya hal itu bertujuan untuk mengajukan Ganjar.
“Yang justru kita pertanyakan adalah kalau dia ketemu Ganjar, itu demi apa sebetulnya? Kan kalo Ganjar diajukan kembali oleh Jokowi ya nggak ada gunanya juga,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari akun kanal YouTube pribadi pada Kamsi (15/6/2023).
Menurut Rocky, tujuan Jokowi memanggil Ganjar ke Istana Kepresidenan hanya untuk menunjukkan bahwa dirinya masih bisa mengatur Ganjar.
Namun, saat bertemu pada Prabowo pada Jumat (9/6/2023) lalu, diyakini Jokowi tidak mau menunjukkan hal tersebut.
“Jokowi cuma ingin memberitahu bahwa dia masih bisa mengatur Ganjar. Kira-kira itu. Tetapi pada Prabowo agak lain. Nggak mungkin dia mau kasih keterangan itu,” jelas Rocky.
Ahli ilmu filsafat itu menilai fenomena tersebut menunjukkan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) masih bergantung pada Jokowi. “Ini lucunya. PDIP sebetulnya yang masih tergantung pada Jokowi, bukan sebaliknya tuh,” ujar Rocky.