Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto mengomentari optimisme Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait perekonomian Indonesia.
Luhut mengaku optimis Indonesai mampu masuk jajaran ekonomi kuat dunia mengikuti China dan India dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Hal itu karena peran letak geografis Indonesia yang strategis.
"Letak dari Indonesia memang membuat kita pada posisi yang sangat penting. Ke timur dengan Latin Amerika, Selatan Australia, sebelah Barat Afrika," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023, Rabu (14/6).
"Kekuatan ekonomi ada di China, India, dan menurut saya lima tahun ke depan Indonesia akan masuk untuk kekuatan ekonomi baru," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Gigin meminta Luhut untuk tidak bermimpi terlalu tinggi dan melihat fakta yang sudah ada sebelumnya.
Pasalnya, sejak tahun 2014 pertumbuhan ekonomi melemah sementara persentase kenaikan PDB per kapita juga anjlok. Selain itu, korupsi juga menggila dan Logistic Performance Index juga rontok.
“Mimpi jangan ketinggian. Lihat tuh sejak 2014 pertumbuhan ekonomi melemah, persentase kenaikan PDB per kapita anjlok, korupsi menggila, Logistics Performace Index rontok,” ujar Gigin, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @giginpraginanto pada Kamis (15/6/2023).
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan tiga negara berkembang yang memiliki potensi menjadi negara maju yaitu Indonesia, Tiongkok, dan India.
"Tiga ekonomi emerging country dan dunia, Indonesia, Tiongkok, dan India memiliki kinerja pertumbuhan ekonomi yang sangat baik," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Banggar DPR RI, Selasa (30/5).