Pegiat media sosial Denny Siregar mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) telah memainkan strategi dengan cara yang lebih halus di tengah gejolak jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hal itu diungkapkan Denny Siregar melalui tayangan Channel YouTube Cokro TV. Dalam tayangan itu, Denny Siregar mengungkapkan bahwa ada upaya dari PDIP yang kembali mendekati Partai NasDem.
Denny Siregar juga menyinggung hubungan kedua partai tersebut memang diketahui begitu tegang.
"PDI perjuangan juga kembali mendekati NasDem padahal beberapa waktu lalu hubungan kedua partai itu tegang banget," ujar Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari tayangan Channel YouTube Cokro TV, Jumat (16/6).
Denny Siregar pun mengungkapkan soal adanya kabar saat Jaksa Agung masih dipegang oleh kader NasDem.
"Ada kabar pada waktu Jaksa Agung masih dipegang oleh kadernya NasDem, posisi itu dimanfaatkan oleh NasDem untuk merebut kader-kader terbaik PDI Perjuangan di daerah-daerah dengan ancaman, sehingga akhirnya terjadilah eksodus dari PDI Perjuangan ke Partai NasDem," papar Denny Siregar.
Lebih lanjut, Denny Siregar pun menegaskan bahwa strategi politik PDIP kian halus lantaran adanya keberhasilan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"PDI Perjuangan sudah berubah menjadi lebih halus dalam memainkan strateginya, mungkin karena Presiden Jokowi juga berhasil mempengaruhi partainya dalam melakukan pendekatan kepada lawan-lawan politiknya, juga kepada para relawan yang tidak tergabung di dalam partai," jelas Denny Siregar.
Denny Siregar pun kembali mengingat bahwa ada elite PDIP yang kerap bersuara lantang terkait para relawan.
"Saya jadi ingat dulu salah satu elit PDIP Perjuangan yang bernama Trimedya Panjaitan sempat sinis banget kepada para relawan dengan mengucapkan, 'relawan itu duitnya dari mana'," ujar Denny Siregar.
Karena hal itu, Denny Siregar pun berharap bahwa kesombongan serta arogansi yang seperti itu lenyap di PDIP.
Selain itu, Denny Siregar pun berharap bahwa PDIP menjadi partai yang disukai oleh generasi Z juga milenial.
"Semoga kesombongan dan arogansi seperti itu tidak ada lagi di PDI perjuangan. Dan PDI Perjuangan berubah dari partai yang dianggap kolot dan ketinggalan zaman, menjadi partai yang kelak disukai oleh generasi Z dan milenial," tandas Denny Siregar.
Sebelumnya, Denny Siregar pun mencontohkan bahwa adanya upaya merajut kembali hubungan yang sempat retak antara PDIP dan Demokrat.
"Seperti Demokrat misalnya, sudah banyak isu bahwa Demokrat selamanya tidak mungkin akan bersanding dengan PDI Perjuangan, karena Bu Mega dan SBY dulu katanya pernah punya hubungan yang buruk yang sulit untuk diperbaiki lagi," ungkapnya.
"Tapi ternyata nggak juga, buktinya Demokrat dan PDI Perjuangan sedang merajut kembali hubungan yang sejak lama dibilang seperti air dan minyak itu," sambungnya.
Denny Siregar juga mengatakan bahwa ada kabar kalau ada tawaran pada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi menteri di kabinet Ganjar Pranowo jika terpilih jadi Presiden 2024.
"Bahkan kabarnya AHY ditawarkan jadi menteri di kabinet Ganjar nanti kalau dia tidak jadi calon wakil presidennya Anies Baswedan," tandasnya.