Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti terkait Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid yang dikabaran jadi calon wakil presiden (cawapres) terkuat bagi Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Hal itu ditanggapi Adi Prayitno dalam keterangannya. Dalam keterangannya itu, Adi Prayitno menilai bahwa jika benar Yenny Wahid dijadikan sebagai cawapres Anies Baswedan, hal itu justru membuat Partai NasDem akan memiliki pekerjaan rumah.
Adi Prayitno menegaskan bahwa hal itu lantaran Yenny Wahid dinilai tidak bisa meningkatkan kekuatan Anies di pilpres mendatang.
Sedangkan, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga digadang-gadang jadi cawapres Anies, dinilai jauh lebih kuat ketimbang Yenny Wahid.
Lebih lanjut, kata Adi, pekerjaan kedua NasDem jika Yenny terpilih mejadi cawapres Anies adalah memastikan soliditas internal dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
"Demokrat memberikan sinyal kemungkinan hengkang dari koalisi jika AHY tidak terpilih menjadi pendamping Anies, sebab Demokrat kini tengah membangun komunikasi dengan PDIP," kata Adi Prayitno dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Rabu (28/6).
Selain itu, Adi Prayitno juga mengatakan ada pekerjaan bagi NasDem lagi yakni dalam meyakinkan putri dari presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid itu.
"Sebab ia ini merupakan representasi Nahdlatul Ulama yang bisa menarik dukungan dari nadline maupun Gus durian," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa munculnya nama Yenny Wahid sebagai cawapres yang cukup kuat bagi Anies Baswedan itu diutarakan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali.
"Sebagai seorang sahabat dari Yenny, saya akan mengatakan, saya akan sangat bahagia, jika dia dipilih Anies jadi calon wakil presiden,” ujar Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali, seperti dikutip dari Kompas.
Yenny Wahid kian menonjol setelah intens melakukan pertemuan dengan sejumlah politisi Partai NasDem.
Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid tersebut bahkan terang-terangan diajukan Partai Nasdem sebagai kandidat cawapres Anies.
Karena itu, Ahmad Ali berharap Anies Baswedan mau memilih Yenny Wahid menjadi pendampingnya di Pilpres 2024.
Dikutip dari Tribun, Yenny Wahid dianggap repsentatif mewakili suara pemilih NU (Nahdlatul Ulama).
Selain berasal dari Jawa Timur yang memiliki basis suara pemilih besar di Indonesia, Yenny Wahid juga dianggap bisa mengakumulasi suara perempuan.
Yenny Wahid disebut-sebut sebagai jalan tengah kebuntuan nama cawapres Anies Baswedan setelah sebelumnya nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat mengemuka.
Yenny dipandang memiliki sejumlah keunggulan yang bisa melengkapi Anies dalam menghadapi Pilpres 2024 mendatang.
"Naif kalau kita katakan Yenny Wahid itu tidak menjadi salah satu orang yang dipandang pantas mendampingi Anies," tandas Ali.